World Seagrass Day: Lamun, Ruang Alami Paling Berharga di Dunia

Padang Lamun (Seagrass). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah menetapkan 1 Maret sebagai Hari Lamun Sedunia (World Seagrass Day).

Lamun salah satu ekosistem laut yang paling luas penyebarannya di Bumi, mencakup sekitar 300.000 km 2 dasar laut di 159 negara.

Lamun adalah tanaman berbunga yang ditemukan di perairan dangkal di banyak bagian dunia, dari daerah tropis hingga lingkaran Arktik.

Padang lamun sangat penting bagi alam dan manusia. Lamun berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.n

Kontribusi ini melalui ketahanan pangan dari produksi ikan, peningkatan kualitas air yang disaring oleh lamun, perlindungan pantai dari erosi, badai dan banjir, atau penyerapan dan penyimpanan karbon.

Lamun adalah salah satu ekosistem pesisir yang paling tidak terlindungi dan sering menghadapi tekanan kumulatif dari pembangunan pesisir, limpasan nutrisi, dan perubahan iklim.

Padang lamun monokromatik, terdiri atas satu warna. Mungkin tidak banyak warna pada terumbu karang atau se-misterius hutan mangrove.

Tapi padang lamun adalah surga bagi ikan, melindungi pantai dari badai, merupakan penyimpan utama karbon, menjadikannya salah satu ruang alami paling berharga di dunia.

Meskipun penting, ekosistem ini dalam bahaya. Lamun telah menurun secara global sejak tahun 1930-an.

Lamun senilai lapangan sepak bola menghilang setiap 30 menit dan diperkirakan 7 persen padang rumput hilang di seluruh dunia per tahun.

Pengasaman laut, pembangunan pesisir dan kenaikan suhu laut akibat perubahan iklim adalah penyebab utama hilangnya lamun.

Karena itu, PBB menetapkan setiap tanggal 1 Maret sebagai Hari Lamun Sedunia. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran tentang ancaman terhadap ekosistem ini.

“Ekosistem lamun adalah contoh sempurna dari alam yang sedang beraksi, di mana habitat dan jaring kehidupan yang halus terjalin dalam harmoni yang sempurna,” kata Kepala Cabang Kelautan dan Air Tawar Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), Leticia Carvalho, mengutip Unep.org.

“Pada Hari Lamun Internasional ini, mari kita menyoroti keajaiban padang lamun dan spesies, manusia dan non-manusia, yang bergantung padanya.”

Carvalho mengatakan dunia harus memprioritaskan tindakan tepat waktu, ambisius, dan terkoordinasi yang melestarikan, memulihkan, dan mengelola lamun secara berkelanjutan.

Saat itu terjadi, negara perlu memastikan bahwa masyarakat lokal, yang telah hidup selaras dengan alam selama ribuan tahun, mendapat manfaat.

Meningkatkan upaya ini merupakan bagian integral untuk mencapai Perjanjian Paris dan banyak Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata Carvalho.

Ini juga dianggap penting untuk membantu negara memenuhi tujuan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal, sebuah pakta penting yang ditandatangani tahun lalu untuk melindungi alam.

Kesepakatan itu ditandatangani di tengah krisis keanekaragaman hayati yang mendorong 1 juta dari 8 juta spesies di planet ini menuju kepunahan.

Pesan di Hari Lamun Sedunia, sangat jelas. Lamun yang sehat menyediakan sumber peluang untuk mitigasi perubahan iklim, beradaptasi dengan perubahan di masa depan, membangun ketahanan, dan menawarkan berbagai manfaat sosial tambahan.

Kita perlu bertindak sekarang untuk melindungi lamun. Caranya, dengan memprioritaskan tindakan yang tepat waktu, ambisius, dan terkoordinasi di bidang konservasi, pengelolaan berkelanjutan, dan restorasi.

Exit mobile version