Rabu, September 30, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kelompok Masyarakat Peredam Destructive Fishing di Flores Timur

redaksi
16 April 2019
Kategori : Berita, Eksplorasi
0
Ekspedisi pinisi

FOTO: TIM EPBN

Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (KEPMEN KP) No. 58 Tahun 2001, Pokmaswas merupakan pelaksana pengawasan di tingkat lapangan yang terdiri dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, LSM, nelayan, petani ikan serta masyarakat maritim lainnya yang berfungsi melindungi dan mengawasi kawasan perairan sekaligus sebagai mediator antara masyarakat dengan pemerintah/petugas.

Tercatat lebih dari 20 Pokmaswas terbentuk di Flores Timur. Salah satunya Pokmakswas Pedan Wutun dari Kelurahan Ritaebang Kecamatan Solor Barat. Kelompok ini dengan anggota berjumlah 10 orang yang semuanya berprofesi sebagai nelayan.

Ketua Pokmaswas Pedan Wutun, Kristo Kelan Werang mengatakan, Pokmaswas Pedan Wutun telah melakukan beberapa upaya seperti melakukan kegiatan pelestarian penyu dan kampanye pelestarian penyu. Selain itu, penyelamatan beberapa megafauna, dan melakukan kegiatan sosialisasi ke teman nelayan lainnya dan masyarakat tentang hewan-hewan laut yang dilindungi.

Kecamatan Solor Barat sendiri mempunyai pantai pasir putih yang panjang dan Kelurahan Ritaebang merupakan habitat penting bagi penyu sebagai tempat bertelur. Banyak megafauna melakukan migrasi di perairan ini. Megafauna laut ini migrasi dan mencari makan, antara lain, jenis hiu paus, dugong, lumba-lumba, penyu, pari dan Paus Biru.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BKKPN Kupangdestructive fishingEkspedisi Pinisi Bakti NusaFlores
Bagikan15Tweet2KirimKirim
Previous Post

Rumah Edukasi dan Ekowisata Penyu

Next Post

Pinisi Pusaka Indonesia Tiba di Marapokot

Postingan Terkait

Evaluasi Pola Hanyutan Korban Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang Saat Meliput Letusan Gunung Anak Krakatau

Evaluasi Pola Hanyutan Korban Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang Saat Meliput Letusan Gunung Anak Krakatau

29 September 2026
Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

29 September 2026

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

El Niño Intensitas Sangat Kuat, Curah Hujan Kategori Rendah

Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Banjir Melanda Parigi Moutong dan Langkat

Esai Foto: Eceng Gondok Menutup Permukaan Sungai Bolango di Kota Gorontalo

Pengamatan Laut Global Diluncurkan Dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81

Next Post
Pinisi

Pinisi Pusaka Indonesia Tiba di Marapokot

Komentar tentang post

TERBARU

Evaluasi Pola Hanyutan Korban Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang Saat Meliput Letusan Gunung Anak Krakatau

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

El Niño Intensitas Sangat Kuat, Curah Hujan Kategori Rendah

Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Banjir Melanda Parigi Moutong dan Langkat

AmsiNews

REKOMENDASI

Tsunami Akibat Gempa M7.6 di Laut Maluku Terdeteksi 0,75m di Minahasa Utara

Ini Manfaat Tinta Cumi-Cumi

Infeksi Virus Ebola di Kongo Terus Menyebar, Dapat Menyasar Anak-anak

11 Orang Diduga Merusak Karang di TN Komodo, 1 Pelajar SMP

Topan Freddy Bawa Angin Kencang dan Hujan Lebat, 4 Tewas di Madagaskar

Menyoroti Peluang dan Tantangan WMO di Usia ke-75

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.