Melalui SLI diharapkan pengetahuan tentang informasi iklim dan dampaknya di kalangan petani dapat meningkat, yang pada akhirnya mengurangi kerugian panen.
Melalui prakarsa seperti Sekolah Lapangan iklim, kami dapat menjembatani kesenjangan pengetahuan, memberdayakan petani, dan membekali mereka dengan alat dan pemahaman yang diperlukan untuk mengatasi kompleksitas informasi iklim. Semoga langkah ini bisa diadopsi negara-negara lain guna mencegah terjadinya krisis pangan secara global, kata Sopaheluwakan.
Salah satu peserta dari Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration (PAGASA), Michael Siazon Bala, mengatakan, Filipina sangat menyambut baik penyelenggaraan Climate Field School (CFS) bagi negara Colombo Plan.
Filipina, kata Michael, akan mereplikasi SLI untuk meningkatkan ketahanan pangan dari perubahan iklim.
Informasi iklim dan cuaca yang diberikan kepada petani menurutnya akan berpengaruh terhadap produktivitas pertanian.
Tidak ada satu pun negara yang mampu menghadapi perubahan iklim secara sendirian. Kerja sama ini sangat penting sebagai langkah mitigasi dan antisipasi bersama terhadap ancaman perubahan iklim, katanya.





Komentar tentang post