Predator dan kompetisi juga dapat mempengaruhi morfologi dari spons. beberapa jenis dari opisthobranchia, prosobranchia dan echinodermata dikenal memangsa spons. Sehingga secara evolusi, spons akan beradaptasi untuk menghindar dari predator-predator tersebut, misalnya merubah menjadi spons pengebor.
Spons berkompetisi dengan alga dan karang dalam hal mendapatkan cahaya. pada lingkungan yang agak gelap (mungkin terhalang atau di perairan yang agak dalam), spons berhasil mendapatkan cahaya, misalnya secara evolusi spons berhasil tumbuh di antara sela-sela alga dan karang dengan bentuk tubuh bercabang.
Beberapa spons memiliki warna yang berbeda walaupun dalam satu jenisnya. Beberapa spons juga memiliki warna dalam tubuh yang berbeda dengan pigmentasi luar tubuhnya.
Spons yang hidup di lingkungan yang gelap akan berbeda warnanya dengan spons sejenis yang hidup pada lingkungan yang cerah.
Spons adalah hewan “filter feeder” yang menetap, di mana hewan ini dapat hidup dengan baik pada arus air yang kuat. Aliran air tersebut menyediakan kumpulan makanannya dan oksigen.
Makanan spons terdiri dari detritus organik seperti bakteri, zooplankton dan phytoplankton yang kecil-kecil yang mana secara efektif ditangkap oleh sel-sel berbulu cambuknya.*
Sumber: Ichsan Amir dan Agus Budiyanto (1996), Mengenal Spons Laut (Demospongia) Secara Umum. Oseana, Volume XXI, Nomor 2, 1996 : 15-31.





Komentar tentang post