Kamis, Oktober 29, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Haruskah Bahasa Indonesia Dilarang di Kelas Bahasa Inggris?

redaksi
29 Oktober 2026
Kategori : Kajian
0
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Zulkifli Tanipu, M.A.,Ph.D. FOTO: KOLEKSI PRIBADI

Zulkifli Tanipu, M.A.,Ph.D., Dosen Tetap Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo

Darilaut –  “Speak English, please!” Kalimat itu hampir selalu terdengar di kelas bahasa Inggris. Banyak guru berusaha menciptakan lingkungan yang sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris dengan harapan mahasiswa lebih cepat fasih.

Di sisi lain, tidak sedikit dosen yang sesekali kembali menggunakan bahasa Indonesia ketika menjelaskan konsep yang sulit. Lalu, mana yang sebenarnya lebih tepat? Haruskah bahasa Indonesia benar-benar dilarang di kelas bahasa Inggris?

Selama bertahun-tahun, penggunaan bahasa pertama sering dipandang sebagai hambatan dalam pembelajaran bahasa asing. Mahasiswa yang mencampur bahasa dianggap kurang disiplin, sementara guru yang menjelaskan dalam bahasa Indonesia dinilai mengurangi paparan bahasa Inggris.

Cara pandang ini kemudian melahirkan keyakinan bahwa semakin sedikit bahasa Indonesia digunakan, semakin baik hasil belajar bahasa Inggris.

Pandangan tersebut mulai bergeser ketika konsep translanguaging berkembang dalam kajian pendidikan bahasa. Translanguaging melihat bahasa pertama bukan sebagai pengganggu, tetapi sebagai sumber daya kognitif.

Ketika mahasiswa menemui konsep yang kompleks, menggunakan bahasa Indonesia sesaat dapat membantu mereka memahami makna sebelum kembali menggunakan bahasa Inggris. Dalam situasi seperti ini, bahasa pertama berfungsi sebagai scaffolding atau penyangga belajar, bukan sebagai pengganti bahasa Inggris.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Pembelajaran Bahasa InggrisUNGUniversitas Negeri GorontaloZulkifli Tanipu PhD
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Dukungan Media Penting untuk Memperkenalkan Produk UMKM ke Pasar yang Lebih Luas

Next Post

Gempa M 6,4 Guncang Maluku Tenggara Barat

Postingan Terkait

Pantarlih Dalam Mutarlih

Siti Hajar: Ratu Zamzam

16 Oktober 2026
Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Media Beretika Bukan Media yang Tidak Pernah Salah

15 Oktober 2026

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Terasa Melelahkan?

Mengapa PKI Tak Laku di Gorontalo?

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Next Post
Gempa M 6,4 Guncang Maluku Tenggara Barat

Gempa M 6,4 Guncang Maluku Tenggara Barat

TERBARU

Topan In-fa Bergerak Menuju Kepulauan Mariana Utara

Gempa M 6,4 Guncang Maluku Tenggara Barat

Haruskah Bahasa Indonesia Dilarang di Kelas Bahasa Inggris?

Dukungan Media Penting untuk Memperkenalkan Produk UMKM ke Pasar yang Lebih Luas

Ketua Umum AMSI: Industri Media Hadapi Tantangan Serius Terkait Kepercayaan Publik

Menyingkap Asal-usul Laut Purba di Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang Vietnam

AmsiNews

REKOMENDASI

270 Paus Pilot Terdampar di Pantai Barat Tasmania

Topan di Korea Selatan, Ribuan Orang Mengungsi dan Rumah Tanpa Listrik

Typhoon Dolphin’s Path Forms a Hexagonal Pattern Heading Toward China’s East Coast

KKP dan FAO, Jaga Populasi Sidat di Indonesia

Tata Kelola Pertambangan Harus Dilandasi Hukum dan Keadilan

Memotret Sampah Plastik di Selayar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.