Rabu, Juni 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kesehatan

1,3 Juta Orang Meninggal Setiap Tahun Karena Resistensi Antimikroba

redaksi
20 November 2022
Kategori : Kesehatan
0
Patogen Dapat Memicu Pandemi Lain

Gambar mikroba yang dihasilkan komputer. FOTO: CDC/UNEP

Platform ini untuk memastikan penanganan terhadap meningkatnya ancaman dan dampak resistensi antimikroba dapat ditangani secara global terhadap manusia, hewan, tumbuhan, ekosistem, dan mata pencaharian.

Yang bergabung dalam inisiatif ini adalah Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), Program Lingkungan PBB (UNEP), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH).

Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen, mengatakan, tantangan AMR tidak dapat ditangani secara terpisah dari krisis tiga planet – krisis perubahan iklim, krisis hilangnya alam dan keanekaragaman hayati, serta krisis polusi dan limbah, yang semuanya didorong oleh pola konsumsi dan produksi yang tidak berkelanjutan.

“Krisis iklim dan AMR adalah dua ancaman terbesar dan paling kompleks yang dihadapi dunia saat ini. Keduanya telah diperburuk dan dapat diperbaiki dengan tindakan manusia,” kata Inger mengutip siaran pers UNEP.

Saat ini diperkirakan sebanyak 1,3 miliar orang bergantung pada ternak untuk mata pencaharian dan 20 juta orang bergantung pada akuakultur, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Penyebaran strain patogen yang resisten pasti mempengaruhi mata pencaharian, karena meningkatkan penderitaan dan kerugian hewan.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: AntimikrobaFAOInger AndersenMikrobaPatogenUNEPWHO
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Tarif Angkutan Laut Menentukan Disparitas Harga

Next Post

Masih 150 Ribu Moluska yang Belum Dideskripsi Jenisnya

Postingan Terkait

Wabah Ebola Spesies Bundibugyo Menyebar Cepat, 19 Pasien Sembuh

Wabah Ebola Spesies Bundibugyo Menyebar Cepat, 19 Pasien Sembuh

10 Juni 2026
Kementerian Kesehatan Tingkatkan Pengawasan Kasus Ebola di Indonesia

Sudah 17 Kali Kongo Menghadapi Virus Ebola

30 Mei 2026

WHO Menyerukan Gencatan Senjata di Tengah Wabah Ebola di Kongo

Wabah Ebola Terus Menyebar, PBB Mendesak Maskapai Penerbangan Patuhi Keselamatan

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

Kementerian Kesehatan Tingkatkan Pengawasan Kasus Ebola di Indonesia

WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

Fakultas Kedokteran UNG Edukasi Pencegahan Diabetes di Bone Bolango

Next Post
Masih 150 Ribu Moluska yang Belum Dideskripsi Jenisnya

Masih 150 Ribu Moluska yang Belum Dideskripsi Jenisnya

Komentar tentang post

TERBARU

Mahasiswa KKN UNG-UGM Akan Kembangkan Energi Berbasis Tenaga Surya di Botutonuo

Masa Depan yang Adil dari Energi Terbarukan

Krisis Iklim, Sekjen PBB: Perusahaan AI Berterus Terang Tentang Dampak Lingkungan

Rektor UNG Ajak Lulusan Menjadi Agen Perubahan di Berbagai Sektor Kehidupan

Rumah Rusak Akibat Gempa Sulawesi Tengah 5.180 Unit

Kemarau Meluas, Potensi Hujan Indonesia Masih Signifikan

AmsiNews

REKOMENDASI

Tahun Ini El Nino Akan Kembali Dengan Cepat

Kapal Ikan Mati Mesin dan Patah Kemudi, 26 ABK Selamat

Pergerakan Tanah Berpotensi Terjadi di Beberapa Wilayah Indonesia

11 Pendaki Tewas di Gunung Marapi Sumatera Barat

Kondisi Gunung Api Status Waspada di Beberapa Wilayah Indonesia

Pita Frekuensi Radio Sangat Penting Untuk Prakiraan Cuaca dan Pemantauan Iklim

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.