Senin, Juli 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kesehatan

1,3 Juta Orang Meninggal Setiap Tahun Karena Resistensi Antimikroba

redaksi
20 November 2022
Kategori : Kesehatan
0
Patogen Dapat Memicu Pandemi Lain

Gambar mikroba yang dihasilkan komputer. FOTO: CDC/UNEP

Darilaut – Diperkirakan sebanyak 1,3 juta orang setiap tahun meninggal secara langsung karena resistensi antimikroba (antimicrobial resistance, AMR) di seluruh dunia.

Dalam siaran pers UNEP, jika tidak ada tindakan yang diambil, jumlah tersebut dapat melonjak secara dramatis dan membawa biaya kesehatan masyarakat yang lebih tinggi serta mendorong lebih banyak orang ke dalam kemiskinan. Terutama di negara-negara berpenghasilan rendah.

Antibiotik dan antimikroba lainnya memainkan peran kunci dalam keberhasilan pengobatan modern dan sangat meningkatkan kesehatan manusia dan hewan.

Tetapi penggunaan berlebihan dan penyalahgunaan telah mengurangi kemanjurannya. Hal ini karena lebih banyak patogen mengembangkan kemampuan untuk bertahan hidup dari antimikroba yang dirancang untuk menghilangkannya.

AMR terjadi ketika bakteri, virus, jamur dan parasit tidak lagi merespon agen antimikroba. Akibat resistensi obat, antibiotik dan agen antimikroba lainnya menjadi tidak efektif dan infeksi menjadi sulit atau tidak mungkin diobati. Sehingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit, penyakit parah, dan kematian.

Untuk itu, sejumlah organisasi dunia meluncurkan Antimicrobial Resistance Multi-Stakeholder Partnership Platform (Platform Kemitraan Multi-Stakeholder Resistensi Antimikroba).

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: AntimikrobaFAOInger AndersenMikrobaPatogenUNEPWHO
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Tarif Angkutan Laut Menentukan Disparitas Harga

Next Post

Masih 150 Ribu Moluska yang Belum Dideskripsi Jenisnya

Postingan Terkait

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

20 Juli 2026
Malam Tropis di Eropa

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

20 Juli 2026

Peneliti UNG dan Vrije Universiteit Amsterdam Menyoroti Krisis Penggunaan Merkuri

Wabah Ebola Spesies Bundibugyo Menyebar Cepat, 19 Pasien Sembuh

Sudah 17 Kali Kongo Menghadapi Virus Ebola

WHO Menyerukan Gencatan Senjata di Tengah Wabah Ebola di Kongo

Wabah Ebola Terus Menyebar, PBB Mendesak Maskapai Penerbangan Patuhi Keselamatan

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

Next Post
Masih 150 Ribu Moluska yang Belum Dideskripsi Jenisnya

Masih 150 Ribu Moluska yang Belum Dideskripsi Jenisnya

Komentar tentang post

TERBARU

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

AmsiNews

REKOMENDASI

Pemilu 2024, AMSI Perluas Jejaring Koalisi Cek Fakta

Dosen UNG Kembangkan Aplikasi Deteksi Penyakit Tanaman Jagung Berbasis Android

Ilustrasi : Mangrove Menyerap Karbon Dioksida 39,75 Ton per Tahun

Mengenang BJ Habibie di Gorontalo

Akhirnya Terungkap Migrasi Hiu Paus Betina Dari Galapagos ke Pulau Cocos

IMO Rencana Evakuasi Lebih Dari 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.