Selasa, April 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dapat Hidup 230 Tahun, Ini Masalah Besar Ikan Oranye

redaksi
17 Agustus 2022
Kategori : Berita, Konservasi
0
Dapat Hidup 230 Tahun, Ini Masalah Besar Ikan Oranye

Ikan Oranye Roughy (Hoplostethus atlanticus). FOTO: DSCC/TWITTER

Darilaut – Ada masalah besar ikan Oranye Roughy (Hoplostethus atlanticus) yang hidup di laut dalam.

Informasi pemerintah tentang ikan laut dalam yang berwarna oranye tersebut menunjukkan bahwa ikan ini mungkin tidak mencapai kematangan penuh hingga usia 80 tahun. Hal ini membuat seluruh manajemen perikanan menjadi ragu.

Dalam keterangan pers Koalisi Konservasi Laut Dalam (Deep Sea Conservation Coalition) oranye roughy adalah ikan laut dalam yang berumur panjang. Pertumbuhan ikan ini lambat hingga mencapai usia dewasa.

Mungkin terlalu lambat untuk pulih dari industri penangkapan ikan pukat dasar yang sering secara khusus menargetkan oranye roughy.

Ikan ini ketika akan bertelur berkumpul di sekitar gunung laut dan fitur. Belum lama ini, oranye roughy ditemukan hidup hingga lebih dari 230 tahun.

Itulah sebabnya industri (perikanan) menyebut ikan tertua ini “Napoleon“.

Informasi terbaru, dalam “2022 Plenary report” Kementerian Industri Primer merilis bahwa ikan ini tidak mencapai kematangan pemijahan penuh hingga 80 tahun. Sebelumnya, usia pemijahan ikan ini diperkirakan 30 tahun.

Asumsi yang salah tersebut sebagian besar karena ikan oranye (jingga) bertelur secara teratur dari usia 30 tahun. Berarti sampai sekarang ukuran stok pemijahan telah ditaksir terlalu tinggi di seluruh perikanan.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Hoplostethus atlanticusIkan laut dalamIkan Oranye RoughySelandia Baru
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Semangat Kemerdekaan, Momentum dan Ikhtiar Membangun Kota Gorontalo

Next Post

Ikan Oranye, Spesies Paling Berharga di Selandia Baru

Postingan Terkait

Menikmati Panorama Atol Pulo Cinta Gorontalo

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

20 April 2026
BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

20 April 2026

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Next Post
Ikan Oranye, Spesies Paling Berharga di Selandia Baru

Ikan Oranye, Spesies Paling Berharga di Selandia Baru

Komentar tentang post

TERBARU

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

AmsiNews

REKOMENDASI

SNPMB, UNG Siapkan Sebanyak 7.059 Kursi Mahasiswa Baru

Penggunaan AC Memicu Krisis Iklim

9 Negara Bahas Polusi dan Sampah Plastik

PBB: Percepat Bantuan untuk Pakistan

Ternyata Kepiting Bertelur Bisa Diekspor, Ada Batas Penanggalannya

Topan Doksuri Menyebabkan 196 Ribu Rumah Rusak di Provinsi Hebei, Cina Utara

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.