Darilaut – Dalam sepuluh tahun mendatang, ikan nike diperkirakan akan menghilang di perairan Gorontalo.
Berdasarkan data produksi ikan nike selama tiga tahun terakhir di Provinsi Gorontalo mengalami penurunan rata-rata sebesar 14 ton per tahun.
Analisis data produksi Nike untuk wilayah Kota Gorontalo selama selang tahun 2020-2021 menunjukkan adanya tren penurunan.
Penurunan ini dipengaruhi berbagai faktor, antara lain, penangkapan ikan di hulu yang tidak ramah lingkungan, vegetasi bantaran sungai yang mulai menurun dan peningkatan aktivitas pembangunan di muara Sungai.
Kemudian, peningkatan aktivitas masyarakat di sempadan sungai, dan peningkatan kegiatan penambangan pasir dan batu di sepanjang bantaran sungai.
Dari temuan hasil pengukuran menunjukkan bahwa analisis keberlanjutan dari ikan Nike di semua lokasi penangkapan hanya satu dimensi yang status keberlanjutannya positif yakni teknologi, “sisanya tidak berkelanjutan,” kata Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNG Prof. Dr. Femy M. Sahami.
Empat dimensi lainnya yang tidak berkelanjutan tersebut adalah ekologi, ekonomi, sosial, dan etik.
Apakah dalam kurun waktu 10 tahun lagi kita masih bisa mengkonsumsi ikan ini? “Dari data produksi dan model pengukuran untuk keberlanjutan, sepertinya cukup mencemaskan,” kata Prof. Femy dalam sidang terbuka senat Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam rangka orasi ilmiah guru besar, pada Kamis, 12 Oktober 2023.
“Inilah yang disebut dengan senjakala, dalam kamus Bahasa Indonesia, senjakala adalah kondisi senja setengah gelap sesudah matahari terbenam,” ujar Prof. Femy yang meraih jabatan guru besar bidang Ilmu Kelautan.
Mengenai ikan nike, walaupun hari ini masih dapat dikonsumsi, “tapi untuk jangka panjang keberlanjutannya sangat memerlukan keseriusan pengelolaan secara komprehensif,” kata Prof. Femy.
Penelitian Prof. Femy telah menemukan bahwa penyebaran ikan nike di Teluk Tomini Gorontalo selain di perairan Kota Gorontalo juga terdapat pula di muara Sungai Taludaa, Tombulilato, Bilungala, Paguyaman, dan Marisa.
Ikan nike sebagai amphidromus secara ekologis sangat bergantung pada dua habitat perairan. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa induk ikan nike yang ditangkap di perairan Teluk Gorontalo berada di dua aliran sungai besar yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo.
Prof. Femy juga telah melakukan kajian ikan nike dalam disertasi Doktor bidang Ilmu Kelautan di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dengan judul: Filogenetik Molekuler dan Karakteristik Morfologi Ikan Nike di Perairan Teluk Tomini Kota Gorontalo.
Dalam perjalanan karir sebagai dosen dan peneliti di FPIK UNG, Prof Femy telah mencatatkan sejumlah paten yang berhubungan dengan penelitiannya mengenai ikan nike.
Antara lain dengan judul “Metode Identifikasi Ikan Nike di Perairan Teluk Tomini Kota Gorontalo Berdasarkan Perbedaan Pola Melanofor”. Selanjutnya, “Keragaman Spesies dan Morfologi Fase Dewasa Beberapa Spesies Penyusun Gerombolan Ikan Nike di Gorontalo.”
Adapun sertifikat paten sederhana dengan judul “Jenis-Jenis Nike Gorontalo” dan “Spesies Eleotris Melanosoma Sebagai Anggota Baru Penyusun Ikan Nike di Perairan Teluk Tomini Gorontalo”.
