Paus Bryde Ditemukan Mati Terdampar di Aceh Besar

Nelayan di Desa Ujungmanik, Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyelamatkan paus jenis Balaenoptera edeni atau Paus Bryde Kerdil yang terdampar didekat mangrove, Sabtu (21/12/2019). FOTO: SURADI

Jakarta – Seekor paus Balen ditemukan mati terdampar dengan kode 3 (bangkai mulai membengkak), Jumat (3/1) Kabupaten Aceh Besar. Hasil identifikasi awal cetacea ini jenis Paus Bryde (Bryde Whale) dengan nama ilmiah Balaenoptera brydei.

Ketika ditemukan pertama kali oleh Kelompok Lembaga Ekowisata Pulo Aceh (LEPA) bersama masyarakat, sebagian tubuh paus sudah tertutup pasir. Lokasi terdamparnya paus tersebut di pantai Balu, Gampong Gugop, Pulo Aceh, Aceh Besar, Provinsi Aceh

Temuan ini diteruskan kepada Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Informasi BPSPL Padang Satuan Kerja Medan, paus ini diduga terdampar dalam kondisi mati dengan kode 2. Artinya, baru saja mati, belum ada pembengkakan, pada 30 Desember 2019.

Nasir dan tim LEPA kemudian melakukan pengukuran. Panjang total Paus Bryde ini 3,6 meter. Secara fisik tidak ditemukan luka terbuka.

Diduga paus Bryde ini mati terdampar ketika melakukan migrasi (perpindahan).

Setelah mengetahui prosedur penguburan mamalia terdampar yang beredar di jejaring sosial dilakukan tindakan penguburan bangkai paus. Penguburan dilakukan warga bersama kelompok LEPA.

Bangkai Paus tersebut dikuburkan tidak jauh dari lokasi terdampar. Jaraknya, sekitar 8 km dari lokasi pemukiman warga.

Paus Bryde Kerdil di Cilacap

Sebelumnya, pada Sabtu 21 Desember 2019, pukul 05.30 WIB, paus jenis Balaenoptera edeni dengan nama Indonesia Paus Bryde Kerdil terdampar di kawasan mangrove Desa Ujungmanik, Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Yang pertama melihat paus terdampar ini Edi Santoso (30 tahun) bersama 3 orang pemancing ikan asal Ciamis, Jawa Barat.

Dari kejauhan Edi melihat seperti ada terpal hitam di mangrove. Setelah dekat, ternyata itu mamalia laut: paus.

Pukul 06.00 WIB air makin surut nelayan mulai berdatangan untuk melakukan evakuasi paus yang terdampar di antara akar mangrove.

Saat air sudah surut, terlihat paus ini meneteskan air mata. “Kasihan lihat ikan yang besar ini, menangis, ada air matanya,” ujar Edi.

Paus Bryde. Potongan Video: Ujang

Sebanyak 10 nelayan dikoordinir Suradi dan Pariman terjun langsung untuk menyelamatkan paus tersebut.

Selama dua jam, para nelayan berupaya menggeser dan mendorong paus ini. Paus berhasil digeser ke bagian tengah sungai.

Namun, selama setengah jam paus Bryde masih berputar-putar di air dengan kedalaman 3 meter. Kemudian mulai berenang dan menyemburkan uap air.

Paus ini berenang dan bergerak dalam keadaan sehat. Pengawalan Paus Bryde ke laut lepas dilakukan Suradi dan Pariman hingga perairan dekat Pulau Nusakambangan.

Paus Balen di Nias Barat

Pada Senin (23/7/2018) bangkai mamalia laut ditemukan di Pulau Imana, Kepulauan Hinako, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara.

Bangkai mamalia laut yang terdampar ini memiliki tanduk. Diduga mamalia laut ini jenis paus balen (Baleen Whale).

Warga mengetahui paus ini, setelah seorang pekerja di Pulau Imana mencium bau menyengat, ketika sedang menuju kebun.

Bau menyengat ini dilaporkan kepada warga lainnya. Mendapat penjelasan soal bau menyengat ini, warga setempat mencari sumber bau tersebut di pantai.

Bangkai ini ditemukan di antara batu yang menganga, seperti jalan air. Warga keheranan melihat temuan bangkai ini. Soalnya, belum pernah di pulau Imana ada kejadian bangkai terdampar seperti ini.

Panjang mamalia laut ini, kurang lebih 10 meter. Saat ditemukan dalam posisi terbalik atau punggung di bawah. Ukuran kepala 1,5 meter dan bagian ekor terputus-putus.

Paus Balen di Seram Bagian Barat

Pada Mei 2017, paus balen yang terdampar Pantai Dusun Hulung, Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku menghebohkan warga. Sejumlah ilmuan mamalia laut dunia ikut mengomentari paus yang terdampar ini. Mulanya, sempat diberitakan yang terdampar itu cumi-cumi raksasa.*

Exit mobile version