“Karena pulau ini menjadi tempat istirahat Jenderal Douglas MacArthur, maka oleh warga, Pulau Zum-zum ini juga diberi nama lain, yaitu Pulau MacArthur,” kata Supriono, warga di Kota Daruba.
Di Pulau Zum-zum dibangun patung Douglas MacArthur setinggi kurang lebih 20 meter. Di bawah patungnya tertulis keterangan sang jenderal yang terkenal dengan slogannya “I Shall Return” itu dalam merebut Fhilipina.
Di seberang, tak jauh dari Pulau Zum-zum, terdapat pulau yang diberi nama Dodola. Pulau Dodola memiliki pantai putih yang bersih dengan keindahan bawah lautnya. Konon, pasukan tentara sekutu dibawah komandonya Douglas MacArthur banyak melepas penat dengan berenang di pantai Dodola. Hingga kini, pantai Dodola menjadi salah satu destintasi wisata yang diandalkan oleh pemerintah daerah Morotai.
Tapi berbeda dengan Dodola. Wajah Zum-zum kini tampak sepi dan tak berpenghuni. Semak belukar tumbuh dimana-mana. Fasilitas yang dibangun seperti gazebo, kelihatan mulai rusak. Hanya debur ombak dan tiupan angin yang sesekali memecah sunyi. Sesekali pula pelancong datang mengunjungi. Setelah itu pergi meninggalkan Zum-zum.
Tak ada yang menyangka, kesepian itu telah menjadi saksi bisu sebuah ketegangan dalam masa-masa perang dunia ke 2. Pulau Zum-zum, sebuah pulau yang menjadi tempat lahirnya strategi penaklukan dalam masa-masa sulit selama perang di kawasan pasifik.





Komentar tentang post