Rabu, September 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Siklon Tropis Penyebab Utama Kematian di Bumi

redaksi
23 Mei 2023
Kategori : Berita
0
Badai Siklon Terbentuk di Teluk Benggala

Ilustrasi siklon tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut –Peristiwa cuaca ekstrem khususnya siklon tropis yang paling banyak menimbulkan kerugian dan kematian selama 50 tahun terakhir di planet Bumi.

Seperti siklon tropis (topan) Nargis pada tahun 2008 yang menyebabkan 138.366 kematian di Myanmar dan Bangladesh.

Di Pasifik Barat Daya sikkon tropis mengakibatkan 66.951 kematian dan kerugian ekonomi sebesar US $ 185,8 miliar.

Siklon Tropis Idai pada Maret 2019 adalah peristiwa paling mahal yang terjadi di Afrika dengan uerguan sebesar US$2,1 miliar.

Di Amerika Serikat mengeluarkan US$1,7 triliun, terhitung 39% dari kerugian di seluruh dunia dalam 51 tahun. Sebagian besar kerugian ekonomi yang dilaporkan dikaitkan dengan bencana terkait badai, dan lebih khusus lagi, akibat siklon tropis.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO, World Meteorological Organization) melaporkan biaya ekonomi terkait bencana cuaca melonjak tetapi peringatan dini menyelamatkan nyawa.

Menurut WMO cuaca ekstrem, iklim, dan peristiwa terkait air menyebabkan 11.778 bencana yang dilaporkan antara tahun 1970 dan 2021, dengan lebih dari 2 juta kematian dan kerugian ekonomi sebesar US$4,3 triliun.

Kerugian ekonomi melonjak. Namun peningkatan peringatan dini dan manajemen bencana yang terkoordinasi telah mengurangi jumlah korban manusia selama setengah abad terakhir.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Cuaca EkstremOrganisasi Meteorologi DuniaPerubahan IklimProf Petteri TaalasSiklon TropisWorld Meteorological Organization
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Cuaca Ekstrem Paling Banyak Terjadi di Asia

Next Post

Kongres Meteorologi Dunia Memprioritaskan Inisiatif Peringatan Dini untuk Semua

Postingan Terkait

El Niño Kian Menguat di Saat Kondisi Suhu yang Sudah Lebih Panas

El Niño Kian Menguat di Saat Kondisi Suhu yang Sudah Lebih Panas

23 September 2026
Ini Respon BMKG Terkait Kabar Omicron Melalui Chemtrails

September Hingga Awal Oktober Curah Hujan Kategori Rendah, El Niño Masih Sangat Kuat

23 September 2026

Atmosfer Kering, Titik Panas Terbanyak di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan

Hurikan Polo Menguat Menjadi Badai Kategori 5 di Dekat Meksiko

Depresi Tropis Queenie Sedang Berkembang di Dekat Guam

Penyelundupan 3.000 kg Sianida Asal Filipina di Gorontalo Digagalkan TNI Angkatan Laut

Awal Musim Hujan Mengalami Kemunduran, Puncaknya Bulan Desember dan Januari-Februari 2027

Kemarau Masih Panjang, El Niño dan Indian Ocean Dipole Perparah Kekeringan

Next Post
Kongres Meteorologi Dunia Memprioritaskan Inisiatif Peringatan Dini untuk Semua

Kongres Meteorologi Dunia Memprioritaskan Inisiatif Peringatan Dini untuk Semua

Komentar tentang post

TERBARU

El Niño Kian Menguat di Saat Kondisi Suhu yang Sudah Lebih Panas

September Hingga Awal Oktober Curah Hujan Kategori Rendah, El Niño Masih Sangat Kuat

Atmosfer Kering, Titik Panas Terbanyak di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan

Hurikan Polo Menguat Menjadi Badai Kategori 5 di Dekat Meksiko

Depresi Tropis Queenie Sedang Berkembang di Dekat Guam

Penyelundupan 3.000 kg Sianida Asal Filipina di Gorontalo Digagalkan TNI Angkatan Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Kecerdasan Buatan di Jalur Ramah Lingkungan

Terumbu Buatan Model Reefball Teruji 19 Tahun

Membangun Budaya Sadar Bencana

Upwelling Telah Melemahkan Pergerakan Topan Krathon Saat Mendekati Taiwan

Temuan Alumni ITB, Paving Block Penyerap Air Untuk Mencegah Banjir

Peran Strategis Cagar Biosfer Sebagai Laboratorium Alam

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.