Darilaut – Pemerintah Kota Gorontalo membahas percepatan penanganan penurunan kasus stunting. Hal ini dilakukan untuk terus memasifkan upaya penanganan kasus stunting agar mengalami penurunan pada titik terendah.
Salah satu langkah yang ditempuh dengan melakukan audit kasus stunting. Cara ini dilakukan untuk mendeteksi penyebab terjadinya stunting dengan pendekatan preventif.
Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan Kono, Selasa (11/7), mengatakan, pada tahun 2022 kasus stunting di Kota Gorontalo telah mengalami penurunan sebesar 7.4 persen dari 26.5 persen.
Untuk itu, kata Ryan, audit kasus stunting bertujuan untuk mencari penyebab terjadinya kasus stunting sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus stunting tersebut.
Audit kasus stunting dilakukan melalui empat kegiatan yaitu, pembentukan tim audit, pelaksanaan audit kasus stunting dan manajemen pendampingan keluarga, diseminasi dan tidak lanjut, ujar Ryan.
Ryan mengatakan penurunan stunting telah menjadi kebijakan strategis pemerintah secara nasional dalam mewujudkan generasi bangsa yang berkualitas.
Peningkatan kualitas manusia Indonesia merupakan salah satu misi sebagaimana tertera pada rencana pembangunan jangka nasional (RPJMN 2020 – 2023) dengan salah satu indikator dan target adalah prevalensi stunting pada balita yaitu 14 persen pada tahun 2024.





Komentar tentang post