Target utama dalam penanganan stunting, menurut Ryan, pemerintah Kota Gorontalo fokus pada angka prevalensi stunting anak dibawah lima tahun.
Saat ini, masih terdapat jumlah balita yang memiliki berat badan yang sangat kurang berdasarkan umur yakni terdapat 112 anak dan 421 anak tergolong kurang.
Untuk tinggi badan, berdasarkan umur, ada 135 anak yang sangat pendek dan 296 anak pendek. Yang masuk pada indikasi gizi buruk ada 58 anak dan gizi kurang 320 anak.
“Secara nasional kita bisa melihat bahwa urusan ini menjadi isu strategis yang harus diseriusi. Bahkan kita ketahui ada regulasi berupa Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting yang menetapkan lima strategi nasional,” kata Ryan.
“Arah penanganan berupa pendekatan pencegahan lahirnya balita stunting melalui pendampingan keluarga berisiko stunting agar siklus terjadinya stunting dapat dicegah, satu di antaranya adalah audit kasus stunting.”
Pemerintah Kota Gorontalo membahas upaya penanangan stunting tersebut dalam Diseminasi Audit Kasus Stunting Semester Satu di aula Kantor Walikota Gorontalo.
Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Nasional (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia di angka 21,6%.





Komentar tentang post