Darilaut – Pengelolaan air menjadi semakin sulit. Banyak negara yang mengalami kekurangan air dan membutuhkan sumber daya air tawar. Lebih dari 2 miliar orang saat ini tinggal di negara-negara yang kekurangan air.
Dalam siaran pers WMO, peringatan Hari Air Sedunia (World Water Day) untuk meningkatkan kesadaran akan krisis air global.
Itulah sebabnya Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) berupaya meningkatkan aksi iklim dan air yang terintegrasi.
Contoh program dan upaya WMO yang berkontribusi terhadap air sebagai katalisator aksi iklim kooperatif meliputi:
• Program Terkait Pengelolaan Banjir – untuk mendukung negara-negara dalam menerapkan Pengelolaan Banjir Terpadu dan meminimalkan korban jiwa akibat banjir
• Program Pengelolaan Kekeringan Terpadu – untuk membangun ketahanan iklim, mengurangi kerugian ekonomi dan sosial, dan mengentaskan kemiskinan di wilayah yang terkena dampak kekeringan di dunia.
Kedua program ini sangat penting bagi inisiatif global Peringatan Dini untuk Semua, yang merupakan prioritas nomor satu WMO.
Tepat sebelum upacara di Jenewa, Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo, menandatangani Nota Kesepahaman dengan Sekretaris Eksekutif Kemitraan Air Global Alan Atkisson untuk mengonfirmasi kelanjutan kemitraan, termasuk dua program penting bersama WMO – GWP.




