Minggu, November 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tambang Emas Sumalata di Masa Kolonial Belanda

redaksi
23 April 2024
Kategori : Berita
0
Kisah Tambang Emas Tua Buloila di Gorontalo Utara, Eksis Sejak Masa Kolonial

Salah satu peninggalan peralatan pengoperasian penambangan emas di masa pemerintah kolonial Belanda di di Sumalata. FOTO: VERRIANTO MADJOWA

Darilaut – Penambangan emas di Desa Buloila, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, hanya salah satu titik penggalian mineral yang sudah ada sejak masa kolonial Belanda.

Di masa lalu, pada abad 18 pencarian emas sangat bergairah di Gorontalo, termasuk di Sumalata. Banyak rakyat yang meningkat kesejahteraannya.

Perdagangan pun makin bergairah dengan adanya tambang emas di berbagai tempat di Gorontalo.

Beberapa aspek yang mengurai tentang emas di Gorontalo antara lain melalui tulisan Hasanuddin (2004), Gorontalo: Tantangan dan Kebijakan Sosial, Politik & Ekonomi Kolonial Belanda, serta Harto Juwono dan Yosephine Hutagalung (2005), Limo lo Pohalaa, Sejarah Kerajaan Gorontalo.

VOC (Verenigde Oostindische Compagnie) — persekutuan dagang asal Belanda yang memiliki hak monopoli atas perdagangan di Asia pada abad ke-17 hingga ke-18 – dan orang Cina (Tionghoa) berlayar ke Gorontalo, termasuk ke Sumalata untuk mencari dan membeli emas.

Kompeni khawatir emas yang dibeli di Gorontalo ini akan dijual pedagang Cina kepada Spanyol di Filipina. 

Bila Spanyol membeli emas tersebut, akan menguatkan nilai mata uang Spanyol dan mata uang Belanda akan merosot.

Di masa itu, mata uang Belanda digunakan dalam perdagangan internasional di Asia Tenggara.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: gorontalo utaraKecamatan Sumalatalaut sulawesiMasa Kolonial BelandaTambang Emas Tua
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Kisah Tambang Emas Tua Buloila di Gorontalo Utara, Eksis Sejak Masa Kolonial

Next Post

Pemerintah Kota Gorontalo Salurkan Bantuan Bagi Nelayan

Postingan Terkait

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

1 November 2026
Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

1 November 2026

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

Next Post
Pemerintah Kota Gorontalo Salurkan Bantuan Bagi Nelayan

Pemerintah Kota Gorontalo Salurkan Bantuan Bagi Nelayan

TERBARU

UNG Optimalkan Partisipasi Alumni

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Forum Jurnalis ASEAN Bahas Hak Penerbit Pers dan Mekanisme Lisensi

2,7 Juta Jiwa Terdampak Topan di Filipina, 12 Orang Tewas

Mahasiswa Keperawatan UNG Terpilih Dalam Program Kesehatan Global 2026

Ditemukan 9 Spesies Ikan Nike di Perairan Gorontalo

Cuaca Ekstrem Saat Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS, Gelombang Panas Pecahkan Rekor

Dr. Raghel Yunginger: Pencapaian SDGs di Daerah Belum Optimal

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.