Darilaut – Mikroplastik dapat masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi dan inhalasi atau proses menghirup udara.
Masih harus dipastikan apakah nanoplastik – yang berukuran kurang dari 1 mikrometer – bahkan dapat menyelinap melalui kulit, seperti yang ditunjukkan oleh beberapa penelitian.
Menurut Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), studi tahun 2019 menemukan beberapa orang dewasa berpotensi mengonsumsi antara 39.000 hingga 52.000 partikel mikroplastik per tahun rata-rata, tergantung pada lokasi dan apa yang mereka lakukan.
Mikroplastik ini telah ditemukan di seluruh tubuh manusia, termasuk di dinding arteri.
Ada beberapa definisi mikroplastik. Salah satu pendekatan yang umum digunakan mendefinisikan mikroplastik sebagai pecahan plastik yang lebarnya antara 1 nanometer hingga 5 milimeter.
Satu nanometer hanyalah sebagian kecil dari lebar rambut manusia, dan 5 milimeter kira-kira selebar cincin kawin.
Satu penelitian menemukan bahwa mikroplastik dapat memperlambat pertumbuhan alga laut mikroskopis yang dikenal sebagai fitoplankton, dasar dari beberapa jaring makanan akuatik.
Laporan lain menemukan bahwa mikroplastik dapat membuat tanah kurang subur, sehingga menghambat panen. Mikroplastik dapat mempercepat pencairan salju dan es di tempat-tempat seperti Kutub Utara, membatasi kemampuan planet ini untuk memantulkan sinar matahari dan mempercepat pemanasan global, menurut satu penelitian.




