Darilaut – Mikroplastik, partikel-partikel yang sangat kecil ada di berbagai tempat. Mulai dari dasar laut hingga puncak Gunung Everest, dan bahkan di seluruh tubuh manusia.
Mikroplastik ini dihasilkan dari polusi plastik, yang dibuang begitu saja di lingkungan, di tanah, pemukiman, sungai dan terbawa sampai laut.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) yang diperingati pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya, berfokus untuk mengakhiri polusi plastik.
Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) akan memimpin kampanye #BeatPlasticPollution.
Ada beberapa definisi mikroplastik. Salah satu pendekatan yang umum digunakan mendefinisikan mikroplastik sebagai pecahan plastik yang lebarnya antara 1 nanometer hingga 5 milimeter.
Satu nanometer hanyalah sebagian kecil dari lebar rambut manusia, dan 5 milimeter kira-kira selebar cincin kawin.
Menurut Direktur Divisi Ekosistem di UNEP, Susan Gardner, ada dua sumber utama mikroplastik. Pertama, dikenal sebagai mikroplastik primer. Beberapa plastik dibuat agar berukuran kecil, seperti butiran mikro yang sengaja ditambahkan ke cairan pembersih wajah dan produk perawatan pribadi lainnya.
Kedua, mikroplastik sekunder. Sebagian besar mikroplastik berasal dari disintegrasi lambat produk plastik yang lebih besar, termasuk bungkus plastik, wadah makanan, pakaian poliester, ban, cat, dan rumput sintetis.




