Darilaut – Nurlin Amelia Chelsi Ngadi, mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terpilih mewakili Indonesia untuk mengikuti program Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) tahun 2025.
Nurlin akan mengikuti program SSEAYP selama tiga bulan bersama peserta dari berbagai negara lainnya. SSEAYP merupakan program pertukaran pemuda tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Jepang bekerja sama dengan negara-negara ASEAN.
Dalam program ini, peserta akan tinggal di atas kapal. Nurlin menceritakan hanya ada kapal, peserta program, panitia, anak buah (kru) kapal, laut dan langit.
Peserta berada dalam satu kapal bersama dengan orang-orang dari berbagai negara membuat kapal seperti sebuah kawasan tersendiri, tanpa terpengaruh dari lingkungan sekitar.
”Sinyal televisi, telepon genggam biasa, dan internet tidak bisa dijangkau di sini,” ujar Nurlin, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FSB UNG.
Semua aktivitas dan hiburan adalah semua orang di kapal dan indahnya laut, semilir angin laut dan langit terutama saat matahari terbit dan terbenam atau saat ada pelangi atau ketika para lumba-lumba turut serta mengiringi di sisi kapal, kata Nurlin.
Nurlin mengatakan tinggal di atas kapal merupakan inti dari program ini. Kapal pesiar yang digunakan, Nippon Maru, memiliki 8 lantai, berkapasitas maksimal 600 penumpang dan berkecepatan 18 knot.




