Minggu, Juni 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kendala Industri Galangan Kapal Karena Tingginya Bea Masuk Komponen

redaksi
2 September 2019
Kategori : Berita
0
Kendala Industri Galangan Kapal Karena Tingginya Bea Masuk Komponen

Prototipe kapal untuk tol laut dalam Pameran Inamarine 2019. FOTO: DARILAUT.ID

SALAH satu kendala yang dihadapi industri galangan kapal saat ini karena tingginya bea masuk komponen, yakni 5 persen hingga 12,5 persen.

Ditambah lagi dengan pajak pertambahan nilai (PPN). Hal ini yang menyebakan harga jual kapal menjadi mahal.

Awalnya, bea masuk itu untuk melindungi dan mendorong investasi industri komponen kapal di Indonesia. Namun, kenyataannya hingga kini hanya 30 persen komponen kapal yang diproduksi lokal, sedangkan sisanya impor.

Berdasarkan hasil pemetaan Iperindo selama 2 tahun terakhir, terdapat 115 komponen kapal yang belum diproduksi di dalam negeri dan perlu diberikan kelonggaran impor. Usulan ini telah disampaikan Iperindo kepada Kementerian Perindustrian selaku pembina industri galangan kapal.

Menurut Ketua Umum Iperindo (Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai) Eddy Kurniawan, pelonggaran impor ini bersifat sementara guna memberikan kesempatan kepada industri galangan memperkuat daya saing, sehingga produksi kapal meningkat dan akhirnya menarik minat investor komponen.

“Kami menunggu kebijakan pemerintah untuk menurunkan bea masuk komponen menjadi nol persen. Ini diperlukan, impor kapal saja bea masuknya sudah nol persen,” kata Eddy seperti dikutip Bulettin IPERINDO No 02/VII/2019.

Selain bea masuk, bunga bank yang tinggi masih menjadi masalah klasik bagi galangan kapal. Saat ini, bunga bank yang harus ditanggung perusahaan galangan sekitar 12 persen, lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga yang hanya satu digit.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Industri PerkapalanIperindoMaritimPameran Perkapalan
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

Iperindo: Indonesia Butuh Kapal

Next Post

Pameran INAMARINE 2019 dan Tantangan Industri Perkapalan Indonesia

Postingan Terkait

Gempa Sarangani di Filipina Selatan Merusak 100 Rumah dan Gedung di Sangihe dan Talaud

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

13 Juni 2026
Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

13 Juni 2026

UNG Buka Program Akademik Internasional “Teluk Tomini” untuk Mahasiswa Dari Berbagai Negara

Barang Bukti 1.300 Ekor Ikan Napoleon Hidup Dikembalikan ke Habitatnya

Mahasiswi Manajemen UNG Raih Top 5 Finalist International Business Competition di Vietnam

Hujan Signifikan di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Iklim ASEAN: Kondisi Suhu dan Curah Hujan di Daratan Asia Tenggara dan Benua Maritim

Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Next Post
Iperindo: Indonesia Butuh Kapal

Pameran INAMARINE 2019 dan Tantangan Industri Perkapalan Indonesia

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

UNG Buka Program Akademik Internasional “Teluk Tomini” untuk Mahasiswa Dari Berbagai Negara

Barang Bukti 1.300 Ekor Ikan Napoleon Hidup Dikembalikan ke Habitatnya

Mahasiswi Manajemen UNG Raih Top 5 Finalist International Business Competition di Vietnam

Hujan Signifikan di Sejumlah Wilayah

AmsiNews

REKOMENDASI

Dosen IPB University Bahas Lobster, Kepiting, dan Rajungan

Dua Badai Tropis Menghampiri Filipina

Kapal Tanker Transfer BBM Ilegal Diduga Dibeli dari Kapal Ikan

COP28, UEA Akan Membantu Negara-negara yang Kekurangan Air dengan Teknologi Penyemaian Awan

Mahasiswa UI Juara Dunia Kapal Hemat Energi

51 Orang Tewas Karena Banjir di Filipina, 19 Hilang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.