Darilaut – Dalam beberapa bulan terakhir hewan endemik Sulawesi babirusa menghilang di Kawasan Suaka Margasatwa Nantu, Provinsi Gorontalo.
Belum diketahui penyebab pasti menghilangnya babirusa yang biasanya datang ke kolam Adudu-Nantu yang mengandung mineral garam, akan tetapi ada virus yang diduga sebagai penyebab ketidakmunculan babirusa.
“Babirusa (sudah) tidak ada di kubangan Nantu,” kata Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Gorontalo, Sjamsuddin Hadju, pada Kamis (10/7).
”Ada (wisatawan) asal Inggris yang ingin melihat babirusa, tidak muncul.”
Menurut Sjamsuddin, salah satu daya tarik wisatawan mancanegara datang ke Gorontalo khususnya ke Nantu karena keberadaan babirusa. Selain itu, di kawasan ini terdapat berbagai spesies satwa liar seperti anoa, kera, burung rangkong dan lainnya.
Di lokasi kubangan yang biasanya menjadi tempat babirusa dan stawa liar lainnya berkumpul juga sudah dipasang kamera trap atau perangkap kamera.
Kamera ini berfungsi untuk mengambil gambar satwa liar jarak jauh yang dilengkapi dengan sensor gerak.

Namun ”babirusa tidak ada,” kata Sjamsuddin, begitu pula saat dilakukan patroli dalam kawasan, hewan endemik Sulawesi ini tidak meninggalkan jejak.
Informasi yang dicatat Darilaut.id, pada minggu ketiga bulan Juni terdapat sejumlah wisatawan asal Jepang datang ke Nantu untuk melihat babirusa. Wisatawan ini juga tidak menemukan babirusa ditempat pengamatan.




