Darilaut – Badai tropis (tropical storm) Nari diperkirakan akan mendarat di Hokkaido, prefektur paling utara Jepang, setelah mata topan lewat dekat Tokyo, pada Senin (14/7).
Setelah mendarat, Nari, topan (typhoon) Jepang nomor 5, diperkirakan akan melemah menjadi sistem ekstratropis.
Selama enam jam terakhir, menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), Nari terletak 135 km di tenggara Misawa, Jepang, dan telah bergerak ke utara dengan kecepatan 54 km per jam (29 knot).
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 5,5 meter (18 kaki), kata JTWC.
Nari diprakirakan akan melemah secara bertahap saat bergerak di atas suhu permukaan laut yang dingin (kurang dari 20°C di utara 40°LU) dan menghadapi geseran angin yang kuat.
Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA) Nari dengan kekuatan siklon tropis yang berkembang.
Sistem ini mengarah ke utara dengan kecepatan 55 km per jam (30 knot).
Tekanan udara pada pusatnya 990 hPa (hektopaskal).
Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 23 meter per detik (45 knot), kata JMA, sedangkan kecepatan angin instan maksimum 35 meter per detik (65 knot).
Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di tenggara 560 km (300 NM) dan barat-laut 220 km (120 NM).




