Darilaut – Kapal wisata yang sedang membawa wisatawan di Teluk Ha Long Vietnam terbalik, pada Sabtu (19/7) sore. Akibat insiden ini korban tewas 35 orang dan empat lainnya masih dalam pencarian.
Wakil Perdana Menteri Vietnam, Tran Hong Ha telah meminta upaya maksimal untuk menemukan semua korban sebelum Topan Wipha memasuki Laut Timur Vietnam (Laut Cina Selatan).
Tim penyelamat pada Minggu (20/7) pagi berhasil menyelamatkan kapal wisata naas yang terbalik di Teluk Hạ Long.
Melansir Vietnamnews.vn, dari 49 orang penumpang dan awak kapal, 10 orang selamat dan 35 orang dipastikan meninggal dunia. Empat orang lainnya masih hilang.
Upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Menurut informasi resmi dari Komite Rakyat Quang Ninh, kapal wisata Vịnh Xanh 58, dengan nomor registrasi QN 48-7105, adalah kapal berlambung baja yang dibangun pada tahun 2015, milik Doan Van Trinh di Distrik Ha An, Provinsi Quang Ninh.
Kapal tersebut berangkat Sabtu pukul 12.55 siang waktu setempat untuk rute wisata (Gua Sung Sot di Pulau Ti Top).
Pada pukul 13.30, kapal tersebut mengalami cuaca badai tiba-tiba dan kehilangan sinyal GPS pada pukul 14.05.
Di dalamnya terdapat 46 wisatawan beserta tiga awak kapal. Upaya penyelamatan dilakukan dengan mengerahkan hampir 1.000 personel dan lebih dari 100 kapal dan perahu dari Komando Militer, Penjaga Perbatasan, Kepolisian, Komando Wilayah Laut 1, Komando Wilayah Penjaga Pantai 1, Pengawasan Perikanan, Pasukan Khusus Angkatan Laut, Dewan Pengelola Teluk Hạ Long, serta dukungan kuat dari para nelayan setempat.




