Darilaut – Transparansi iklim berfokus pada pemetaan seberapa baik negara-negara memenuhi janji mereka untuk melawan perubahan iklim.
Seiring memburuknya krisis iklim, para ahli mengatakan semakin penting bagi negara-negara untuk memperkuat pelaporan terkait iklim mereka, termasuk dengan memasukkan data yang lebih andal.
UNEP membantu 68 negara mempersiapkan laporan transparansi dua tahunan mereka, yang merupakan mekanisme kunci dalam Perjanjian Paris.
Dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi masa krusial dalam perjuangan melawan perubahan iklim. Putaran perundingan iklim berikutnya akan berlangsung di Belem, Brasil.
Dokumen-dokumen ini, yang dikenal sebagai kontribusi yang ditentukan secara nasional (nationally determined contributions), diwajibkan berdasarkan Perjanjian Paris.
Dokumen tersebut menguraikan bagaimana negara-negara berencana untuk mengatasi perubahan iklim dan mengurangi dampak buruknya. Jika dijalankan dengan baik, dokumen-dokumen ini juga dapat berfungsi sebagai cetak biru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesehatan manusia, dan mendorong ketahanan energi.
Dengan begitu banyak hal yang dipertaruhkan, para ahli iklim mengatakan bahwa sangat penting untuk tidak hanya menyusun rencana dengan tepat, tetapi juga melaksanakannya – di sinilah proses yang dikenal sebagai transparansi berperan.




