Putaran pertama laporan ini, yang masih dalam proses pengajuan, akan membantu memandu janji iklim baru yang akan dibuat akhir tahun ini.
Transparansi memberikan gambaran apakah negara-negara memenuhi komitmen mereka berdasarkan Perjanjian Paris, yang menuntut akuntabilitas mereka di panggung internasional.
“Transparansi penting dalam setiap aspek kehidupan – mulai dari berinteraksi dengan orang-orang terkasih hingga menerapkan perjanjian internasional,” ujar Hongpeng Lei, Kepala Cabang Mitigasi di Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).
“Dalam hal perubahan iklim, transparansi menunjukkan bahwa negara-negara melakukan apa yang mereka janjikan – membangun kepercayaan yang vital untuk melawan krisis ini.”
Dengan transparansi, negara-negara dapat memperoleh data yang mereka butuhkan untuk merancang dan menerapkan rencana iklim yang efektif.
Transparansi membuka akses keuangan dengan memperkirakan biaya rencana-rencana ini, melacak aliran dana, dan menunjukkan kepada para donor dan pembayar pajak bahwa uang dibelanjakan dengan baik.
Transparansi mengidentifikasi apa yang berhasil sehingga kota, wilayah, dan negara lain dapat menduplikasi kebijakan yang berhasil.
Dengan menggabungan berbagai elemen ini, akan mendapatkan aksi global terpadu yang dapat secara nyata mengurangi emisi gas rumah kaca dan membantu negara-negara rentan beradaptasi dengan dampak iklim yang semakin besar.




