Menjelang Forum Transparansi Global – sebuah pertemuan para ahli iklim dari tanggal 3 hingga 5 September di Republik Korea, UNEP membuat tinjauan lebih dekat tentang apa itu transparansi dan mengapa hal itu dianggap penting untuk mengakhiri krisis iklim.
Secara umum, menurut UNEP, transparansi berarti melacak bagaimana pemerintah dan perusahaan memenuhi janji-janji mereka terkait iklim. Jenis pemantauan dan pelaporan ini dapat dilakukan oleh pihak ketiga atau oleh pemerintah di bawah mekanisme khusus dalam Perjanjian Paris, pakta penting tahun 2015 untuk melawan krisis iklim.
Kerangka Transparansi yang Ditingkatkan menghubungkan janji iklim dengan target suhu, menjadikannya tulang punggung perjanjian tersebut.
Dalam praktiknya, transparansi melibatkan pelaporan dan peninjauan informasi dan data iklim nasional, terutama melalui laporan transparansi dua tahunan.
Antara lain, dokumen-dokumen ini menguraikan:
• Emisi gas rumah kaca tahunan suatu negara;
• Bagaimana suatu negara berencana untuk mengurangi emisi dan beradaptasi dengan perubahan iklim;
• Seberapa besar kemajuan yang telah dicapai suatu negara dalam mencapai tujuan iklimnya; dan
• Dukungan seperti apa – termasuk saran dan pendanaan – yang dibutuhkan suatu negara untuk mencapai targetnya.




