Darilaut – Saat Topan Super (Super Typhoon) Ragasa melintas, gelombang tinggi, hujan lebat dan angin kencang menghantam wilayah Hong Kong, pada Selasa (23/9) dan Rabu (24/9).
Selama periode Ragasa tersebut Otoritas Rumah Sakit mengatakan 59 pria dan 42 wanita mencari perawatan medis di rumah sakit umum karena cedera akibat topan.
Otoritas pemerintah dalam siaran pers mencatat 1224 laporan pohon tumbang dan 22 kasus banjir yang terkonfirmasi. Kemudian, empat laporan tanah longsor di Sai Ying Pun, Tuen Mun, Stanley, dan Chung Pui.
Selain itu, laporan 143 orang yang terjebak di lift, 454 laporan dari sistem alarm kebakaran otomatis. Terdapat 50 tempat penampungan sementara, tempat 905 orang mencari perlindungan.
Topan Super Ragasa membawa angin kencang ke banyak wilayah Hong Kong, menyebabkan banjir di wilayah pesisir dan dataran rendah akibat gelombang tinggi dan gelombang badai.
Komite pengarah penanganan cuaca ekstrem, yang dipimpin oleh Kepala Sekretaris Administrasi Hong Kong, Chan Kwok-ki, dengan persiapan yang matang dan perencanaan yang komprehensif, segera berkoordinasi dengan berbagai departemen pemerintah terkait untuk meminimalkan dampak topan terhadap masyarakat.
Seiring dengan Ragasa yang secara bertahap menjauh dari Hong Kong Rabu pagi, berbagai departemen pemerintah, dengan mengutamakan keselamatan, segera memulai upaya pemulihan komprehensif untuk memulihkan keadaan normal secepat mungkin.




