Darilaut – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mendorong penguatan pendanaan biru (blue finance) guna mempercepat konservasi laut nasional. Upaya ini diwujudkan melalui Indonesia Blue Finance Development Partners Roundtable Discussion yang digelar di Jakarta, Selasa (15/10).
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antarlembaga dan mitra pembangunan untuk mendukung visi Marine Protected Area (MPA) 30×45, yaitu melindungi 30 persen wilayah laut Indonesia pada tahun 2045.
Forum ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk KKP, Bappenas, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Asian Development Bank, Kedutaan Besar Inggris, Selandia Baru, Kanada, GIZ, Global Fund for Coral Reefs (GFCR), serta mitra pembangunan seperti YKAN, WWF, KI, dan RARE.
Direktur Konservasi Ekosistem Laut KKP, Firdaus Agung, menegaskan bahwa pembiayaan berkelanjutan merupakan kunci dalam mencapai target konservasi laut nasional.
“Keanekaragaman hayati laut Indonesia adalah aset dunia. Untuk menjaganya, dibutuhkan sistem pembiayaan terintegrasi yang menghubungkan dana publik, donor, dan investasi swasta dengan hasil nyata bagi alam dan masyarakat pesisir,” ujar Firdaus.




