Selasa, September 8, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Bom Ikan Ancam Keindahan Pulau Mas Popaya Raja

Christopel Paino
21 Juni 2018
Kategori : Berita
0
Bom Ikan Ancam Keindahan Pulau Mas Popaya Raja

Terumbu karang di depan Pulau Popaya yang hancur akibat aktifitas pengeboman ikan oleh nelayan. FOTO: CHRISTOPEL PAINO

Gorontalo – Pulau Mas, Popaya, dan Raja, adalah tiga pulau konservasi di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, yang telah ditetapkan dengan status cagar alam. Penetapan kawasan cagar alam ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Berdasarkan dokumen Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, ceritanya bermula ketika Pulau Raja dikuasai oleh seorang raja perempuan bernama Malio yang memerintah Kerajaan Kwandang. Lalu pada tahun 1929, seorang Bosch Arsshetek (pegawai zaman Belanda) Gorontalo, A Uno, mengadakan kunjungan kerja sekaligus penelitian di pulau Raja.

Kunjungan tersebut menghasilkan rekomendasi kepada pemerintahan Belanda agar pulau Raja dan sekitarnya diusulkan dan ditetapkan sebagai kawasan cagar alam. Kemudian pemerintahan Belanda melalui sang Ratu Wilhelmina, akhirnya menetapkan ketiga pulau itu sebagai kawasan konservasi melalui surat keputusan penunjukan oleh Belinda dengan nomor BG.29. Stbl.629, tanggaal 17 Oktober 1939.

Keindahan bawah laut di Palau Mas, Popaya, dan Raja, sangat mempesona. Terumbu karangnya sangat bagus sehingga menjadi tempat penyu-penyu sering bermain. Namun dibeberapa titik, sebagian besar terumbu karangnya hancur. Aktifitas pemboman ikan yang dilakukan oleh nelayan setempat adalah penyebabnya.

“Banyak pelaku bom ikan yang menyebabkan terumbu karang rusak, dan menyebabkan hilangnya habitat ikan dan penyu,” kata Ismail Kulupani, mantan pegawai BKSDA yang menjadi penjaga tiga pulau tersebut.

Diakuinya, pengoboman ikan itu terjadi sejak beberapa tahun lalu dan sekarang sudah sering dilakukan patroli dari Polairud. Namun dampak kerusakannya masih bisa dirasakan hingga saat ini.

“Kesadaran nalayan di sekitar sini sudah terbentuk. Mereka mulai menyadari betapa pentingnya menjaga terumbu karang. Agar mereka tak lagi semakin jauh mencari ikan,” ungkap Ismail.

“Bahkan beberapa kali warga di sini sendiri yang mengusir nelayan yang datang dari jauh dan melakukan bom ikan.”

Menurutnya, beberapa aktifitas penyelaman oleh pecinta bawah laut juga sering dilakukan di sekitar pulau Mas Popaya Raja. Banyak yang merasa ketagihan meski beberapa titik terumbu karangnya rusak. Bahkan banyak penyu yang bermain dan mencari makan di sekitar dua pulau itu.

“Terumbu karang yang masih bagus itu ada di depan Pulau Raja. Meski ada patroli, tapi tiga pulau ini tetap harus dijaga agar tidak ada lagi pemboman ikan,” kata Ismail.

Tags: Bom IkanPulau MasPulau PopayaPulau Raja
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

Menjajal Pinisi ke Pulau Samalona

Next Post

Mutiara

Postingan Terkait

Bara Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Kalimantan

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

8 September 2026
Tiga Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Ikut Lomba Penulisan Puisi, Monolog dan Lukis Tingkat Nasional

Tiga Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Ikut Lomba Penulisan Puisi, Monolog dan Lukis Tingkat Nasional

8 September 2026

27 Mahasiswa UNG Siap Tampil Dalam Lomba Pekan Seni Mahasiswa Nasional di Universitas Jember

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Dua Klaster

2.961 penerbangan dan 341.000 penumpang Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Bara Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Kalimantan

Jalur Penyeberangan Selat Sunda Tidak Terganggu Letusan Gunung Anak Krakatau

8 Bandara Ditutup Sementara, BMKG Terus Memantau Pergerakan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Next Post

Mutiara

Komentar tentang post

TERBARU

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

Tiga Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Ikut Lomba Penulisan Puisi, Monolog dan Lukis Tingkat Nasional

27 Mahasiswa UNG Siap Tampil Dalam Lomba Pekan Seni Mahasiswa Nasional di Universitas Jember

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Dua Klaster

2.961 penerbangan dan 341.000 penumpang Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Bara Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Kalimantan

AmsiNews

REKOMENDASI

Ini 13 Program Kerja KKN Kolaboratif UNG di Desa Banuroja Pohuwato

Hari Ini, AMSI Sulsel Gelar Konferwil ke-2

Topan Shanshan Melukai Lebih Dari 120 Orang, 6 Tewas

Kemenhub Dukung Kapal Isolasi Terapung di Sejumlah Daerah

Terjebak 3 Minggu, Tim Khusus Selamatkan Hiu Paus di Kanal PLTU Paiton

Malam Tropis di Eropa

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.