Gorontalo – Pulau Mas, Popaya, dan Raja, adalah tiga pulau konservasi di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, yang telah ditetapkan dengan status cagar alam. Penetapan kawasan cagar alam ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.
Berdasarkan dokumen Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, ceritanya bermula ketika Pulau Raja dikuasai oleh seorang raja perempuan bernama Malio yang memerintah Kerajaan Kwandang. Lalu pada tahun 1929, seorang Bosch Arsshetek (pegawai zaman Belanda) Gorontalo, A Uno, mengadakan kunjungan kerja sekaligus penelitian di pulau Raja.
Kunjungan tersebut menghasilkan rekomendasi kepada pemerintahan Belanda agar pulau Raja dan sekitarnya diusulkan dan ditetapkan sebagai kawasan cagar alam. Kemudian pemerintahan Belanda melalui sang Ratu Wilhelmina, akhirnya menetapkan ketiga pulau itu sebagai kawasan konservasi melalui surat keputusan penunjukan oleh Belinda dengan nomor BG.29. Stbl.629, tanggaal 17 Oktober 1939.
Keindahan bawah laut di Palau Mas, Popaya, dan Raja, sangat mempesona. Terumbu karangnya sangat bagus sehingga menjadi tempat penyu-penyu sering bermain. Namun dibeberapa titik, sebagian besar terumbu karangnya hancur. Aktifitas pemboman ikan yang dilakukan oleh nelayan setempat adalah penyebabnya.
“Banyak pelaku bom ikan yang menyebabkan terumbu karang rusak, dan menyebabkan hilangnya habitat ikan dan penyu,” kata Ismail Kulupani, mantan pegawai BKSDA yang menjadi penjaga tiga pulau tersebut.
Diakuinya, pengoboman ikan itu terjadi sejak beberapa tahun lalu dan sekarang sudah sering dilakukan patroli dari Polairud. Namun dampak kerusakannya masih bisa dirasakan hingga saat ini.
“Kesadaran nalayan di sekitar sini sudah terbentuk. Mereka mulai menyadari betapa pentingnya menjaga terumbu karang. Agar mereka tak lagi semakin jauh mencari ikan,” ungkap Ismail.
“Bahkan beberapa kali warga di sini sendiri yang mengusir nelayan yang datang dari jauh dan melakukan bom ikan.”
Menurutnya, beberapa aktifitas penyelaman oleh pecinta bawah laut juga sering dilakukan di sekitar pulau Mas Popaya Raja. Banyak yang merasa ketagihan meski beberapa titik terumbu karangnya rusak. Bahkan banyak penyu yang bermain dan mencari makan di sekitar dua pulau itu.
“Terumbu karang yang masih bagus itu ada di depan Pulau Raja. Meski ada patroli, tapi tiga pulau ini tetap harus dijaga agar tidak ada lagi pemboman ikan,” kata Ismail.




Komentar tentang post