Senin, September 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Bom Ikan Ancam Keindahan Pulau Mas Popaya Raja

Christopel Paino
21 Juni 2018
Kategori : Berita
0
Bom Ikan Ancam Keindahan Pulau Mas Popaya Raja

Terumbu karang di depan Pulau Popaya yang hancur akibat aktifitas pengeboman ikan oleh nelayan. FOTO: CHRISTOPEL PAINO

Gorontalo – Pulau Mas, Popaya, dan Raja, adalah tiga pulau konservasi di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, yang telah ditetapkan dengan status cagar alam. Penetapan kawasan cagar alam ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Berdasarkan dokumen Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, ceritanya bermula ketika Pulau Raja dikuasai oleh seorang raja perempuan bernama Malio yang memerintah Kerajaan Kwandang. Lalu pada tahun 1929, seorang Bosch Arsshetek (pegawai zaman Belanda) Gorontalo, A Uno, mengadakan kunjungan kerja sekaligus penelitian di pulau Raja.

Kunjungan tersebut menghasilkan rekomendasi kepada pemerintahan Belanda agar pulau Raja dan sekitarnya diusulkan dan ditetapkan sebagai kawasan cagar alam. Kemudian pemerintahan Belanda melalui sang Ratu Wilhelmina, akhirnya menetapkan ketiga pulau itu sebagai kawasan konservasi melalui surat keputusan penunjukan oleh Belinda dengan nomor BG.29. Stbl.629, tanggaal 17 Oktober 1939.

Keindahan bawah laut di Palau Mas, Popaya, dan Raja, sangat mempesona. Terumbu karangnya sangat bagus sehingga menjadi tempat penyu-penyu sering bermain. Namun dibeberapa titik, sebagian besar terumbu karangnya hancur. Aktifitas pemboman ikan yang dilakukan oleh nelayan setempat adalah penyebabnya.

“Banyak pelaku bom ikan yang menyebabkan terumbu karang rusak, dan menyebabkan hilangnya habitat ikan dan penyu,” kata Ismail Kulupani, mantan pegawai BKSDA yang menjadi penjaga tiga pulau tersebut.

Diakuinya, pengoboman ikan itu terjadi sejak beberapa tahun lalu dan sekarang sudah sering dilakukan patroli dari Polairud. Namun dampak kerusakannya masih bisa dirasakan hingga saat ini.

“Kesadaran nalayan di sekitar sini sudah terbentuk. Mereka mulai menyadari betapa pentingnya menjaga terumbu karang. Agar mereka tak lagi semakin jauh mencari ikan,” ungkap Ismail.

“Bahkan beberapa kali warga di sini sendiri yang mengusir nelayan yang datang dari jauh dan melakukan bom ikan.”

Menurutnya, beberapa aktifitas penyelaman oleh pecinta bawah laut juga sering dilakukan di sekitar pulau Mas Popaya Raja. Banyak yang merasa ketagihan meski beberapa titik terumbu karangnya rusak. Bahkan banyak penyu yang bermain dan mencari makan di sekitar dua pulau itu.

“Terumbu karang yang masih bagus itu ada di depan Pulau Raja. Meski ada patroli, tapi tiga pulau ini tetap harus dijaga agar tidak ada lagi pemboman ikan,” kata Ismail.

Tags: Bom IkanPulau MasPulau PopayaPulau Raja
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

Menjajal Pinisi ke Pulau Samalona

Next Post

Mutiara

Postingan Terkait

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

7 September 2026
4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

6 September 2026

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Next Post

Mutiara

Komentar tentang post

TERBARU

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

UNG Jalin Kerjasama Dengan PT Hasjrat Abadi

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Kerugian Bencana Gempa-Tsunami-Likuefaksi di Sulawesi Tengah Rp 18,48 Triliun

Hilang Kontak, Kapal Cahaya Murni Belum Tiba di Bitung

Jurnal Fakultas Hukum UNG Pertama Terindeks Scopus di Teluk Tomini

Prajurit Marinir dan Masyarakat Bersih Pantai di Sebatik

KKP Menangkap Pelaku Tanshipment dan Penyuplai BBM ke Kapal Asing

Bibit Siklon Tropis 98W Terletak di Utara Kota Sorong

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.