Rabu, September 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

2010, Ikan Raja Laut Coelacanth Ditemukan di Biak-Papua

redaksi
14 November 2018
Kategori : Berita
0
Ikan raja laut

Ikan coelacanth terekam ROV (Remotely Operated Vehicle) robot bawah air tim Aquamarine Fukushima di perairan Biak, Papua (November 2010). DINOFISH.COM/ P2O LIPI

SETELAH ikan coelacanth diidentifikasi dari perairan Raja Ampat, tercatat sudah dua kali temuan spesies ini di Papua.

Pada 2010, Tim Aquamarine Fukushima dipimpin Iwata Masamitsu bekerjasama dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) berhasil menemukan ikan raja laut Coelacanth di perairan Biak. Sebelumnya, ikan raja laut ini ditemukan di perairan Manado Tua dan Teluk Manado.

Menurut ahli kelautan Dr Anugerah Nontji (2009, 2017), tim Aquamarine Fukushima dan LIPI berhasil merekam dua ekor ikan purba ini di perairan sebelah tenggara Pulau Biak, Papua, pada November 2010. Ikan coelacanth terekam dengan ROV (Remotely Operated Vehicle) atau robot bawah air.

Mulanya ikan coelacanth dipercaya hanya sebagai ikan purba yang hidup pada kala Devonian (sekitar 400 juta tahun lalu) atau lebih tua dari Dinosaurus yang muncul di bumi pada kala Triassic (sekitar 200 juta tahun lalu).

Diperkirakan ikan coelacanth ini punah sekitar 80 juta tahun lalu. Ini diketahui dari jejak hidupnya yang terekam berupa fossil-fossil purba.

Tahun 1938 dunia digemparkan dengan ditemukannya seekor ikan coelacanth di perairan Afrika Selatan, di lepas pantai Sungai Chalumna. Ikan fossil hidup ini dinamai Latimeria chalumnae, sebagai penghargaan pada penemunya Marjorie Courtenay-Latimer dan lokasi ditemukannya.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: CoelacanthIkan raja lautP2O LIPI
Bagikan19Tweet7KirimKirim
Previous Post

KKP Pastikan Coelacanth Raja Ampat New Population

Next Post

Temuan Ikan Purba Coelacanth untuk Tingkatkan Perlindungan Habitat di Raja Ampat

Postingan Terkait

Ini Respon BMKG Terkait Kabar Omicron Melalui Chemtrails

September Hingga Awal Oktober Curah Hujan Kategori Rendah, El Niño Masih Sangat Kuat

23 September 2026
Atmosfer Kering, Titik Panas Terbanyak di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan

Atmosfer Kering, Titik Panas Terbanyak di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan

23 September 2026

Hurikan Polo Menguat Menjadi Badai Kategori 5 di Dekat Meksiko

Depresi Tropis Queenie Sedang Berkembang di Dekat Guam

Penyelundupan 3.000 kg Sianida Asal Filipina di Gorontalo Digagalkan TNI Angkatan Laut

Awal Musim Hujan Mengalami Kemunduran, Puncaknya Bulan Desember dan Januari-Februari 2027

Kemarau Masih Panjang, El Niño dan Indian Ocean Dipole Perparah Kekeringan

Temuan Utama Bencana Geologis Himalaya, Kenaikan Suhu yang Cepat Perparah Kerusakan

Next Post
Raja Ampat

Temuan Ikan Purba Coelacanth untuk Tingkatkan Perlindungan Habitat di Raja Ampat

Komentar tentang post

TERBARU

September Hingga Awal Oktober Curah Hujan Kategori Rendah, El Niño Masih Sangat Kuat

Atmosfer Kering, Titik Panas Terbanyak di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan

Hurikan Polo Menguat Menjadi Badai Kategori 5 di Dekat Meksiko

Depresi Tropis Queenie Sedang Berkembang di Dekat Guam

Penyelundupan 3.000 kg Sianida Asal Filipina di Gorontalo Digagalkan TNI Angkatan Laut

UNG dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Bahas Kerja Sama Strategis

AmsiNews

REKOMENDASI

Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Perairan Kalimantan Barat Diperpanjang

Pustaka di Kapal Layar Pinisi

Bibit Siklon Tropis di Dekat Vietnam, Laut Cina Selatan

Banjir, Longsor dan Badai Subtropis Issa di Afrika Selatan, 300 Orang Meninggal Dunia

BMKG Gelar Sekolah Lapang untuk Antisipasi Perubahan Iklim

Fenomena ”Bulan Mini” Asteroid yang Terjebak Sementara di Orbit Bumi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.