Darilaut – Dua orang korban banjir bandang di Pulau Siau Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih dalam pencarian.
Operasi pencarian korban hilang oleh tim gabungan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat.
Hingga Kamis (8/1) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak 17 orang.
Sebagian korban meninggal telah teridentifikasi, sementara sembilan korban lainnya dalam pendataan dan identifikasi oleh petugas.
Dalam aspek penanganan medis, tercatat 12 orang korban dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan, sementara empat orang korban lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan di Manado guna memperoleh penanganan medis lanjutan sesuai kondisi masing-masing.
Dampak bencana ini juga mengakibatkan warga harus mengungsi. Hingga saat ini, sekitar 691 kepala keluarga tercatat terdampak dan berada di lokasi pengungsian.
Proses pendataan terhadap para pengungsi masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan dan layanan dasar yang diperlukan.
Dari sisi kerusakan, perkembangan sementara tercatat 30 unit rumah hilang, 52 unit rumah rusak berat, 29 unit rumah rusak sedang, dan 89 unit rumah rusak ringan.
Selain itu, tiga unit fasilitas pendidikan terdampak, sejumlah bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan, serta beberapa akses jalan masih terputus dan dalam pendataan lanjutan.




