Darilaut – Balai Taman Nasional Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) di Gorontalo telah menghentikan aktivitas pembukaan jalan di dalam kawasan konservasi.
Aktivitas pengrusakan ini berupa pembukaan jalan dengan menggunakan ekskavator. Pihak Balai TNBNW telah memasang pemberitahuan dengan menyampaikan di lokasi pengrusakan tersebut sedang dalam penanganan dan pengawasan.
”Aktivitas pengrusakan hutan berupa pembukaan jalan menggunakan ekskavator di lokasi ini sedang dalam penanganan dan atau pengawasan Balai Taman Nasional Taman Nasional Bogani Nani Wartabone,” demikian pemberitahuan tersebut.
Dalam pemberitahuan tersebut menyebutkan aktivitas pengrusakan hutan berupa pembuatan jalan berpotensi menimbulkan bencana alam dan melanggar ketentuan peundang-undangan yang berlaku dan telah dilaporkan ke Polres Bone Bolango untuk dilakukan proses penyidikan.
“Aktivitasnya benar terjadi dalam kawasan taman nasional dan sekarang kasusnya sudah dalam penanganan Polres Bone Bolango,” kata Kepala Resort Talubolo-Pinogu Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Yustus Maga, Senin (2/2).

Kawasan Konservasi
Taman Nasional Bogani Nani Wartabone salah satu kawasan konservasi di wilayah Wallacea, sekaligus rumah bagi flora dan fauna endemik Sulawesi.
Di dalam kawasan ini terdapat babirusa (Babyrousa babyrussa celebensis), terdapat anoa atau Bubalus spp., musang sulawesi atau Macrogalidia musschenbroekii, monyet hitam sulawesi atau Macaca nigra, monyet hitam gorontalo atau Macaca nigrescens, maleo atau Macrocephalon maleo, tarsius, dan kura-kura hutan sulawesi atau Leucocephalon yuwonoi.




