Senin, Mei 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Lahan Basah Buatan di Irak Selatan Salah Satu Solusi Berbasis Alam

redaksi
20 Februari 2026
Kategori : Berita
0
Lahan Basah Buatan di Irak Selatan Salah Satu Solusi Berbasis Alam

IOM dan UNEP secara resmi menyerahkan lahan basah buatan yang baru dibangun kepada mitra di Irak. Lahan basah ini menyediakan pengolahan air limbah alami, mendukung adaptasi iklim, dan membantu mengurangi polusi. FOTO: IOM IRAQ/X

Darilaut – Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Program Lingkungan PBB (UNEP), dan otoritas nasional Irak membangun lahan basah buatan di Thi Qar yang dilanda panas.

IOM, UNEP dan otoritas nasional Irak secara resmi menyerahkan proyek lahan basah buatan sebagai salah satu cara untuk mengatasi polusi dan kekeringan, pada Rabu (18/2).

“Tekanan iklim dan lingkungan sudah memengaruhi mata pencaharian di seluruh Irak selatan, memaksa banyak keluarga untuk mempertimbangkan meninggalkan rumah mereka,” kata Pascal Reyntjens, Kepala Misi IOM Irak.

Pascal mengatakan solusi berbasis alam yang dapat diterapkan dalam skala besar seperti ini membantu masyarakat membangun ketahanan iklim, memberi orang pilihan nyata untuk tetap tinggal dan mempertahankan mata pencaharian mereka daripada dipaksa untuk pindah.

“Kami berharap pendekatan ini akan diadopsi di daerah lain,” ujarnya.

Lahan basah ini mengolah hingga 4.000 meter kubik air limbah per hari melalui sedimentasi dan filtrasi alami di hamparan alang-alang, secara signifikan meningkatkan kualitas air sebelum dilepaskan ke lahan rawa.

Hasil pemantauan menunjukkan kinerja lingkungan yang kuat, termasuk pengurangan besar dalam polutan dan patogen, sekaligus memulihkan kondisi yang mendukung keanekaragaman hayati dan kehidupan perairan.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: IOMIrakLahan BasahPerubahan IklimUNEP
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

IOM dan UNEP Bangun Lahan Basah Buatan di Irak Selatan yang Menghadapi Panas dan Kekeringan

Next Post

Badai Tropis Sedang Berkembang di Perairan Terbuka Samudra Hindia

Postingan Terkait

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

25 Mei 2026
Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Kantogi Izin Pertambangan Rakyat di Pohuwato

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Kantogi Izin Pertambangan Rakyat di Pohuwato

25 Mei 2026

Markhor, Kambing Liar Bertanduk Spiral yang Hampir Terancam Punah

Bibit Siklon Tropis 99W Berada di Utara Papua

Indonesia Masih Pemasok Bahan Mentah Hasil Laut

Hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru SNBT 2026 Diumumkan Sore Ini

Laut Indonesia Bukan Sekadar Ruang Ekonomi

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Next Post
Badai Tropis Sedang Berkembang di Perairan Terbuka Samudra Hindia

Badai Tropis Sedang Berkembang di Perairan Terbuka Samudra Hindia

TERBARU

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Kantogi Izin Pertambangan Rakyat di Pohuwato

Markhor, Kambing Liar Bertanduk Spiral yang Hampir Terancam Punah

Bibit Siklon Tropis 99W Berada di Utara Papua

Indonesia Masih Pemasok Bahan Mentah Hasil Laut

Hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru SNBT 2026 Diumumkan Sore Ini

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa 7,4 SR Guncang Banten, Berpotensi Tsunami

Paus Orca Terlihat di Pulau Sipadan

Konektivitas Transportasi Tingkatkan Jumlah Wisatawan

WHO: Krisis Iklim Itu Krisis Kesehatan, Lembaga Filantropi Janjikan $300 Juta Untuk Solusi

Perdagangan Internasional Melambat, Investasi Lesu dan Daya Beli Berkurang

Mengiris Perut Penyu Hijau

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.