Darilaut – Inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Gorontalo di bulan Februari 2026 sebesar 5,30 persen. Angka inflasi ini lebih tinggi secara nasional sebesar 4,76 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mengatakan inflasi y-on-y Provinsi Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 17,50 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,60 persen.
Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,99 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,06 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,72 persen; dan kelompok transportasi sebesar 1,88 persen.
Lima kelompok pengeluaran mengalami deflasi y-on-y yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,64 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,42 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,35 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,27 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,87 persen, kata BPS Provinsi Gorontalo.
Bulan Februari Kota Gorontalo mengalami inflasi y-on-y sebesar 4,67 persen dan Kabupaten Gorontalo mengalami inflasi y-on-y sebesar 5,81 persen.




