Darilaut – Ribuan pelaut dan kapal masih terdampar di jalur perairan Hormuz. Dengan pelayaran yang hampir terhenti di Selat Hormuz, Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional PBB (IMO), Arsenio Dominguez, menyoroti penderitaan para pelaut yang terdampar di laut.
Berbicara di Singapura, Arsenio menegaskan kembali kelelahan ekstrem yang dialami oleh mereka yang berada di atas kapal.
Sekitar 20.000 pelaut dan sekitar 2.000 kapal masih terblokir di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu titik rawan maritim terpenting di dunia.
Melansir UN News, sebelum perang meletus pada 28 Februari, sekitar seperempat perdagangan minyak global melalui laut dan volume gas alam serta pupuk yang signifikan melewati jalur perairan tersebut.
Sekjen IMO mencatat bahwa layanan bantuan telah didirikan oleh beberapa negara dan makanan telah disediakan oleh negara lain, sambil juga menyerukan akses internet nirkabel gratis agar keluarga dapat tetap berhubungan.
Pertumbuhan Asia-Pasifik Melambat
UN News melaporkan pertumbuhan di Asia-Pasifik melambat, sementara inflasi naik di tengah ketegangan Global.
Laporan PBB menyebutkan prospek ekonomi di seluruh Asia dan Pasifik melemah karena meningkatnya ketegangan global mendorong kenaikan harga dan mengganggu perdagangan.



