Darilaut – Kareo padi (Amaurornis phoenicurus) salah satu spesies burung air yang kerap dijumpai di ekosistem lahan basah Indonesia.
Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan (PRZT) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Widya Pintaka Bayu Putra mengatakan burung ini sering terlihat di sekitar manusia dan memiliki karakteristik unik baik dari segi reproduksi maupun kandungan nutrisinya.
Siklus reproduksi burung kareo padi memiliki masa berkembang biak yang cukup panjang, kata Bayu. Masa reproduksinya atau musim kawin, terjadi antara bulan April hingga Oktober.
“Burung ini biasanya membangun sarangnya di atas pohon. Sedangkan, jumlah telur dapat menghasilkan 2 sampai 6 butir telur,” ujar Bayu dalam webinar Sharing Session Zoopedia Series #18: Kelompok Riset Domestikasi dan Pemuliaan Hewan Tropis yang dilaksanakan secara hybrid di Kawasan Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno Cibinong, pada Kamis (07/5).
”Telur tersebut akan dierami selama kurang lebih 19 hingga 21 hari hingga menetas,” kata Bayu seperti dikutip dari Brin.go.id. ujelasnya.
Bayu yang membawakan materi berjudul “Potensi Burung Kareo Padi (Amaurornis Phoenicurus) Untuk Produksi Daging Di Indonesia” mengatakan burung kareo padi memiliki adaptasi yang baik di daerah perairan.




