Darilaut – Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), I Gede Wenten, menyebutkan bahwa laut Indonesia harus dipandang sebagai laboratorium hidup terbesar bangsa.
Menurut Wenten, laut bukan sekadar ruang ekonomi, tetapi juga tempat lahirnya ilmu pengetahuan, inovasi, dan kekuatan masa depan Indonesia.
“Laut adalah kampus, laboratorium, pabrik alam, benteng ekologis, sekaligus ruang masa depan Indonesia,” ujar Wenten seperti dikutip dari Brin.go.id.
Selama ini laut Indonesia sering dipandang hanya sebagai sumber ikan dan jalur pelayaran. Padahal, di balik laut seluas jutaan kilometer persegi itu, tersimpan masa depan Indonesia dalam bidang pangan, energi, teknologi, hingga peradaban bangsa.
Hal ini dibahas dalam “National Policy Dialogue Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan” yang digelar BRIN bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat (22/5).
Dalam paparannya bertajuk Juanda 2.0: Reaktualisasi Deklarasi Juanda dalam Paradigma Ekonomi Biru Berbasis Pengetahuan, Wenten menjelaskan bahwa Indonesia perlu memperbarui semangat agar tidak hanya berhenti pada pengakuan wilayah laut, tetapi juga menjadikan laut sebagai pusat pengembangan sains, teknologi, dan inovasi nasional.
Wenten menilai, Indonesia selama ini masih sering dipersepsikan hanya sebagai negara dengan luas daratan sekitar 1,9 juta kilometer persegi. Padahal, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki wilayah kedaulatan darat dan laut mencapai sekitar 5,1 juta kilometer persegi.



