Darilaut – Korban tewas akibat gempa bumi dahsyat di lepas pantai Saranggani, Mindanao, Filipina Selatan, pada Senin (8/6) pagi, bertambah menjadi 19 orang.
Kantor Pertahanan Sipil (OCD) pada hari Senin mengatakan pihaknya sedang memverifikasi laporan 19 kematian yang mengguncang Maasim, Sarangani, dan provinsi-provinsi terdekat lainnya, sementara militer mengerahkan tim untuk respons kemanusiaan.
Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) Wakil juru bicara OCD, Diego Agustin Mariano, mengatakan 16 kematian berasal dari Soccsksargen dan tiga dari Wilayah Davao.
Di Soccsksargen terdapat tiga dari General Santos dan dua dari South Cotabato. Sementara itu, kematian di Wilayah Davao berasal dari Davao Occidental.
Mariano mengatakan kematian yang dilaporkan ini berasal dari “dewan manajemen pengurangan risiko bencana lokal” di wilayah-wilayah tersebut.
“Jumlah kematian berikut masih perlu divalidasi,” ujarnya. Mariano mengatakan mereka masih belum memiliki angka mengenai kerusakan properti saat berita ini dipublikasikan.
“Untuk infrastruktur dan bangunan yang rusak, kami belum memiliki angkanya,” katanya.
Operasi Penyelamatan
Juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina (AFP), Kolonel Francel Margareth Padilla, pada hari Senin mengatakan bahwa militer segera mengaktifkan protokol bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (HADR) setelah gempa bumi.




