Darilaut – Iklim global menunjukkan indikator ENSO memperlihatkan kecenderungan fase hangat di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Hal ini ditandai oleh indeks Niño 3.4 sebesar +0,69 dan nilai SOI sebesar -20,3.
Kondisi ini mengindikasikan potensi pengurangan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia, kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (9/6).
Meskipun demikian, menurut BMKG, hujan masih berpotensi terjadi pada sebagian wilayah Indonesia akibat faktor-faktor atmosfer regional dan lokal yang masih berperan cukup signifikan di sebagian wilayah.
Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA), Rabu (10/6) mengatakan kondisi El Niño kini hadir di Pasifik tropis
Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA), ada kemungkinan lebih dari 80 persen bahwa ini akan berkembang menjadi El Niño penuh dan kemungkinan akan berlanjut hingga awal tahun 2027.
El Niño meningkatkan kemungkinan kondisi curah hujan di bawah normal di sebagian besar wilayah negara, meningkatkan risiko kekeringan dan musim kemarau panjang, terutama di daerah-daerah yang rentan.
Namun, kondisi curah hujan di atas normal masih dapat terjadi, terutama di bagian barat Filipina selama musim monsun barat daya, kata PAGASA.



