Darilaut – Budi daya perikanan yang lebih ramah lingkungan dan dapat memanen bebeapa komoditi sekaligus seperti udang, bandeng dan kepiting bakau telah dijalankan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Di Kampung Pegat Batumbuk dan Kampung Suaran, Berau, implementasi ini dengan pendekatan Shrimp Carbon Aquaculture (SECURE) yang diperkuat dengan kegiatan sekolah lapang.
Sekolah lapang menjadi sarana belajar bagi petambak untuk menerapkan berbagai praktik budi daya yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan ini didukung oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Dinas Perikanan Kabupaten Berau dalam kerangka Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE).
Melalui sekolah lapang, petambak diperkenalkan pada teknik pengolahan kompos dan mikroorganisme lokal (MOL) yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang tersedia di sekitar tambak.
Kompos digunakan untuk meningkatkan kesuburan ekosistem tambak dan mendukung pertumbuhan pakan alami, sedangkan MOL membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme perairan sehingga kualitas lingkungan budi daya tetap terjaga.
Selain itu, sekolah lapang juga memperkenalkan teknik nursery atau pendederan sebagai bagian dari proses aklimatisasi benih udang windu dan ikan bandeng sebelum ditebar ke tambak pembesaran. Teknik ini bertujuan meningkatkan daya tahan benih sehingga tingkat kelangsungan hidupnya menjadi lebih tinggi.




