Jumardi, petambak mitra SECURE di Kampung Suaran, merasakan langsung manfaat penerapan teknik tersebut.
“Nursery menjadi salah satu pengetahuan baru yang sangat bermanfaat bagi kami. Sebelumnya benih udang windu dan bandeng langsung ditebar ke tambak sehingga tingkat keberhasilannya tidak selalu optimal,” ujarnya.
Melalui sekolah lapang, “kami belajar melakukan pendederan dan aklimatisasi terlebih dahulu agar benih dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan tambak,” kata Jumardi.
Hasilnya, benih lebih kuat, tingkat kelangsungan hidupnya lebih baik, dan kami lebih yakin dalam menjalankan proses budi daya.
Penerapan praktik-praktik tersebut turut memberikan hasil yang menggembirakan. Tambak yang dikelola Jumardi bersama ayahnya, Satar, dan dipanen pada 3 Juni 2026 menghasilkan 284,2 kilogram udang windu serta 120 kilogram udang bintik.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Majid, mengapresiasi implementasi pendekatan SECURE yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Berau.
“Pendekatan ini menunjukkan bahwa budi daya dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Selain meningkatkan hasil budi daya, model SECURE juga menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat,” ujarnya.




