Rabu, September 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Topan Mekkhala Menguat di Laut Filipina, Akan Berbelok di Tenggara Taiwan

redaksi
22 Juni 2026
Kategori : Berita
0
Topan Mekkhala Menguat di Laut Filipina, Akan Berbelok di Tenggara Taiwan

Topan (typhoon). GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Topan (typhoon) Mekkhala terus menguat di Laut Filipina, pada Minggu (21/6) dan Senin (22/6). Sistem ini diperkirakan terus bergerak ke barat laut dan akan berbelok di tenggara Taiwan

Saat ini Mekkhala dengan jarak 773 km di timur Filipina atau 1090 km dari ujung selatan Taiwan.

Observatorium Hong Kong (HKO) memperkirakan topan Mekkhala akan bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 22 kilometer per jam melintasi perairan di sebelah timur Filipina dan menguat secara bertahap. Kemudian akan bergerak secara umum di sekitar Taiwan hingga Kepulauan Ryukyu.

Mengenai intensitas, Mekkhala diperkirakan akan terus menguat dengan cepat selama 24 hingga 36 jam ke depan, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).

Mekkhala tetap berada di lingkungan yang sangat menguntungkan hingga mencapai intensitas puncak antara 36 dan 48 jam.

JTWC mengatakan ini adalah sistem yang berbahaya. Potensi bahayanya meliputi angin kencang yang merusak, curah hujan lebat, gelombang badai, serta laut yang bergelombang.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 12,2 meter (40 kaki), kata JTWC.

Dalam 48 hingga 60 jam, diperkirakan Mekkhala akan memasuki lingkungan yang tidak menguntungkan, ditandai dengan geser angin tinggi (30–40 knot) dan udara kering yang signifikan, yang menyebabkan pelemahan drastis.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: HKOJMAJTWCLaut FilipinaPAGASATopan Mekkhala
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Kerja Sama UNG dan Pemerintah Parigi Moutong Berfokus pada Program Afirmasi Fakultas Kedokteran

Next Post

WMO Menyoroti  Siklon Senyar dan Curah Hujan di Asia

Postingan Terkait

Hujan Lebat di Kabupaten Solok Menyebabkan Banjir Bandang, Satu Orang Meninggal Dunia

Hujan Lebat di Kabupaten Solok Menyebabkan Banjir Bandang, Satu Orang Meninggal Dunia

23 September 2026
Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Tidak Simetris

Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Tidak Simetris

23 September 2026

Tubuh Gunung Anak Krakatau Berubah Drastis Setelah Runtuh 2018

Sejarah Erupsi Anak Krakatau: Runtuh 2018, Tumbuh Kembali Hingga 2026

El Niño Kian Menguat di Saat Kondisi Suhu yang Sudah Lebih Panas

September Hingga Awal Oktober Curah Hujan Kategori Rendah, El Niño Masih Sangat Kuat

Atmosfer Kering, Titik Panas Terbanyak di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan

Hurikan Polo Menguat Menjadi Badai Kategori 5 di Dekat Meksiko

Next Post
Badai Siklon Mendarat di Dekat Langsa Aceh, Bawa Hujan dan Angin Kencang

WMO Menyoroti  Siklon Senyar dan Curah Hujan di Asia

TERBARU

Hujan Lebat di Kabupaten Solok Menyebabkan Banjir Bandang, Satu Orang Meninggal Dunia

Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Tidak Simetris

Tubuh Gunung Anak Krakatau Berubah Drastis Setelah Runtuh 2018

Sejarah Erupsi Anak Krakatau: Runtuh 2018, Tumbuh Kembali Hingga 2026

El Niño Kian Menguat di Saat Kondisi Suhu yang Sudah Lebih Panas

September Hingga Awal Oktober Curah Hujan Kategori Rendah, El Niño Masih Sangat Kuat

AmsiNews

REKOMENDASI

Kapal Tanker Filipina Muat 1,4 Ton Minyak Tenggelam di Teluk Manila

Jangan Lupa Potong Kuku Untuk Cegah Covid-19

Kasus Sampah Plastik di Perut Paus Sperma di Indonesia, Spanyol dan Jerman

Bersih Pantai dan Laut di Kuta

Tersisa 400, Right Whale Diambang Kepunahan

Kombinasi Cuaca dan Polusi, Puluhan Naga Laut Terdampar di Pantai Sydney

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.