Senin, Juni 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Topan Mekkhala Menguat di Laut Filipina, Akan Berbelok di Tenggara Taiwan

redaksi
22 Juni 2026
Kategori : Berita
0
Topan Mekkhala Menguat di Laut Filipina, Akan Berbelok di Tenggara Taiwan

Topan (typhoon). GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Topan (typhoon) Mekkhala terus menguat di Laut Filipina, pada Minggu (21/6) dan Senin (22/6). Sistem ini diperkirakan terus bergerak ke barat laut dan akan berbelok di tenggara Taiwan

Saat ini Mekkhala dengan jarak 773 km di timur Filipina atau 1090 km dari ujung selatan Taiwan.

Observatorium Hong Kong (HKO) memperkirakan topan Mekkhala akan bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 22 kilometer per jam melintasi perairan di sebelah timur Filipina dan menguat secara bertahap. Kemudian akan bergerak secara umum di sekitar Taiwan hingga Kepulauan Ryukyu.

Mengenai intensitas, Mekkhala diperkirakan akan terus menguat dengan cepat selama 24 hingga 36 jam ke depan, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).

Mekkhala tetap berada di lingkungan yang sangat menguntungkan hingga mencapai intensitas puncak antara 36 dan 48 jam.

JTWC mengatakan ini adalah sistem yang berbahaya. Potensi bahayanya meliputi angin kencang yang merusak, curah hujan lebat, gelombang badai, serta laut yang bergelombang.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 12,2 meter (40 kaki), kata JTWC.

Dalam 48 hingga 60 jam, diperkirakan Mekkhala akan memasuki lingkungan yang tidak menguntungkan, ditandai dengan geser angin tinggi (30–40 knot) dan udara kering yang signifikan, yang menyebabkan pelemahan drastis.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: HKOJMAJTWCLaut FilipinaPAGASATopan Mekkhala
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Kerja Sama UNG dan Pemerintah Parigi Moutong Berfokus pada Program Afirmasi Fakultas Kedokteran

Next Post

WMO Menyoroti  Siklon Senyar dan Curah Hujan di Asia

Postingan Terkait

Kondisi Gerah di Indonesia Bukan Gelombang Panas

Tahun 2025 Rekor Baru Kandungan Panas Laut di Kawasan Asia

22 Juni 2026
Asia Mengalami Pemanasan Lebih Cepat

Asia Mengalami Pemanasan Lebih Cepat

22 Juni 2026

Panas, Banjir dan Gelombang Panas Meluas di Asia Tahun 2025

WMO Menyoroti  Siklon Senyar dan Curah Hujan di Asia

Kerja Sama UNG dan Pemerintah Parigi Moutong Berfokus pada Program Afirmasi Fakultas Kedokteran

Pengunjung Hiu Paus Botubarani Membludak di Akhir Pekan, Senin Antrian 232 Orang

Badai Tropis Mekkhala Mendekati Kategori Topan di Laut Filipina

Sekolah Lapang Budi Daya Perikanan Ramah Lingkungan di Kabupaten Berau

Next Post
Badai Siklon Mendarat di Dekat Langsa Aceh, Bawa Hujan dan Angin Kencang

WMO Menyoroti  Siklon Senyar dan Curah Hujan di Asia

TERBARU

Tahun 2025 Rekor Baru Kandungan Panas Laut di Kawasan Asia

Asia Mengalami Pemanasan Lebih Cepat

Panas, Banjir dan Gelombang Panas Meluas di Asia Tahun 2025

WMO Menyoroti  Siklon Senyar dan Curah Hujan di Asia

Topan Mekkhala Menguat di Laut Filipina, Akan Berbelok di Tenggara Taiwan

Kerja Sama UNG dan Pemerintah Parigi Moutong Berfokus pada Program Afirmasi Fakultas Kedokteran

AmsiNews

REKOMENDASI

Korban Tewas Gempa Haiti Bertambah Menjadi 724 Orang

Fakultas kedokteran UNG Menggelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Jasa Ekosistem Lahan Basah

Kebisingan Kapal Mengganggu Pergerakan Paus Orca

WHO: Krisis Iklim Itu Krisis Kesehatan, Lembaga Filantropi Janjikan $300 Juta Untuk Solusi

Banjir Melanda Biluhu Kabupaten Gorontalo, Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak Parah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.