Kamis, Juni 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Indonesia Rumah Bagi 83 Kantong Semar, 6 Spesies Kategori Kritis

redaksi
25 Juni 2026
Kategori : Berita, Konservasi
0
Indonesia Rumah Bagi 83 Kantong Semar, 6 Spesies Kategori Kritis

Kantong Semar (Nepenthes spp.). FOTO: BRIN

Darilaut – Indonesia rumah bagi 83 jenis Kantong Semar (Nepenthes spp.) atau sekitar 39,3% dari seluruh Nepenthes di dunia. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai pusat persebaran Nepenthes terbesar di dunia.

Dari 83 jenis, enam spesies Nepenthes Indonesia telah masuk kategori kritis menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature).

Daya tarik Nepenthes tidak hanya terletak pada bentuk kantongnya yang eksotis. Tumbuhan karnivora ini memiliki strategi adaptasi yang luar biasa untuk bertahan hidup di lingkungan miskin hara.

Hal ini dikatakan Muhammad Mansur dalam Sidang Terbuka Orasi Ilmiah Profesor Riset di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Rabu (24/6). Mansur menyampaikan orasinya yang berjudul “Kantong Semar (Nepenthes spp.) di Indonesia: dari Keanekaragaman Hayati menuju Sistem Konservasi dan Pemanfaatan Berkelanjutan.”

Melalui modifikasi ujung daun menjadi kantong perangkap, Nepenthes memperoleh tambahan nutrisi dari serangga dan organisme kecil yang terjebak di dalamnya.

Proses pencernaan tersebut melibatkan enzim khusus yang dikenal sebagai nepenthesin, menjadikan Nepenthes sebagai bagian penting dari sistem ekologis yang kompleks.

Namun, keunikan tersebut justru membuat banyak spesies Nepenthes berada dalam kondisi rentan. Sebagian besar spesies di Indonesia bersifat endemik dan hanya ditemukan pada lokasi tertentu, bahkan ada yang hanya tumbuh di satu gunung atau satu kawasan terbatas.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINKantong SemarNepenthesProf. Muhammad Mansur
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Gempa Sulawesi Tengah Membentuk Bendung Alami

Next Post

Tiga Spesies Baru Kantong Semar di Sulawesi dan Papua Memperkaya Daftar Flora Indonesia

Postingan Terkait

7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

UNG Rintis Program Kuliah 5 Tahun Dapat Gelar Sarjana dan Magister Sekaligus

25 Juni 2026
Tiga Spesies Baru Kantong Semar di Sulawesi dan Papua Memperkaya Daftar Flora Indonesia

Tiga Spesies Baru Kantong Semar di Sulawesi dan Papua Memperkaya Daftar Flora Indonesia

25 Juni 2026

Gempa Sulawesi Tengah Membentuk Bendung Alami

Topan Mekkhala Terletak di Selatan Jepang

Silvo-Akuakultur, Sistem yang Memadukan Pengelolaan Mangrove dan Perikanan Berkelanjutan

Mahasiswa KKN UNG-UGM Akan Kembangkan Energi Berbasis Tenaga Surya di Botutonuo

Masa Depan yang Adil dari Energi Terbarukan

Krisis Iklim, Sekjen PBB: Perusahaan AI Berterus Terang Tentang Dampak Lingkungan

Next Post
Tiga Spesies Baru Kantong Semar di Sulawesi dan Papua Memperkaya Daftar Flora Indonesia

Tiga Spesies Baru Kantong Semar di Sulawesi dan Papua Memperkaya Daftar Flora Indonesia

TERBARU

UNG Rintis Program Kuliah 5 Tahun Dapat Gelar Sarjana dan Magister Sekaligus

Tiga Spesies Baru Kantong Semar di Sulawesi dan Papua Memperkaya Daftar Flora Indonesia

Indonesia Rumah Bagi 83 Kantong Semar, 6 Spesies Kategori Kritis

Gempa Sulawesi Tengah Membentuk Bendung Alami

Topan Mekkhala Terletak di Selatan Jepang

Silvo-Akuakultur, Sistem yang Memadukan Pengelolaan Mangrove dan Perikanan Berkelanjutan

AmsiNews

REKOMENDASI

Puluhan Penambang Emas Tertimbun Longsor di Parigi Moutong

Gempa Kuat di Togean Tojo Una-Una, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Bibit Siklon Tropis 91S Berada di Barat-Barat Laut Kepulauan Cocos

Siklon tropis Fytia Mendarat di Pantai Barat Madagaskar

Setiap Tahun 5000 Orang Meninggal Karena Banjir Bandang

Repatriasi 225 ABK Indonesia di Kapal Pesiar MSC Magnifica

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.