Darilaut – Hasil penelitian menunjukkan masih banyak masyarakat yang mempercayai mitos dan pemahaman rendah mengenai penyakit Tuberkulosis (TB) di Gorontalo.
Penelitian terbaru dari Universitas Negeri Gorontalo tersebut telah diterbitkan di Jambura Nursing Journal Vol 8, No 1 2026.
Studi yang dilakukan oleh Nanang Roswita Paramata dan ST Rahma dengan Lokasi di Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, menunjukkan bahwa meskipun sebagian masyarakat memiliki pengetahuan dasar tentang Tuberkulosis, masih banyak yang mempercayai mitos dan memiliki persepsi keliru mengenai penularan penyakit ini.
Tuberkulosis mungkin terdengar seperti penyakit lama, tetapi ancamannya masih sangat nyata. Di tengah kemajuan teknologi kesehatan, Indonesia justru masih menghadapi beban besar penyakit menular ini. Bahkan, Indonesia saat ini menempati posisi kedua sebagai negara dengan jumlah kasus tuberkulosis tertinggi di dunia, setelah India.
Fakta ini menjadi alarm serius bagi kesehatan nasional. Setiap tahun, ratusan ribu masyarakat Indonesia didiagnosis menderita TB, dan banyak di antaranya terlambat mendapatkan pengobatan. Ironisnya, persoalan utama bukan hanya soal akses layanan kesehatan, tetapi juga rendahnya pemahaman masyarakat tentang penyakit ini.




