Darilaut – Riset terbaru telah menemukan sebanyak 18 individu ikan purba Raja Laut Coelacanth ditemukan di perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara.
Temuan 18 individu ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) di Pulau Talise tersebut memperkuat bukti bahwa Indonesia merupakan habitat penting bagi salah satu spesies laut paling langka di dunia.
Riset tersebut menjadi pijakan ilmiah bagi penguatan upaya konservasi, termasuk usulan pembentukan kawasan konservasi khusus yang diproyeksikan berkembang menjadi situs konservasi berkelas dunia.
Hal ini disampaikan Prof. Kawilarang Warouw Alex Masengi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado bersama peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Augy Syahailatua, dalam Simposium “Marine Futures Unlocked 2: From Insight to Impact” di Jakarta, Kamis (23/7).
Penelitian yang telah dijalankan menunjukkan Pulau Talise memiliki nilai ekologis yang sangat penting bagi kelangsungan hidup Coelacanth. Temuan terbaru ini semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu habitat utama spesies purba yang telah bertahan selama sekitar 400 juta tahun.
Menurut Prof. Alex, penelitian Coelacanth di Indonesia telah berlangsung lebih dari dua dekade. Sejak dimulai pada 2004, tim peneliti telah mengidentifikasi sedikitnya 52 individu Coelacanth di perairan Indonesia, serta empat individu di Afrika Selatan melalui kolaborasi internasional. Berbagai ekspedisi dilakukan untuk mengungkap habitat, sebaran, dan karakteristik biologis spesies tersebut.




