Kepala UPA Laboratorium Terpadu Unsrat, Stenly Wullur, Ph.D, mengatakan saat ini sedang menyiapkan legal formal ikan Coelacanth yang ditemukan di dekat perairan Pulau Siladen tersebut.
”Dari beberapa negara ingin mengerjakan untuk beberapa hal, seperti pemeriksaan molekuler,” kata Stenly, selain juga bagaimana Coelacanth ini mati mengambang, ”apa karena sakit” dan lain-lain.
Arahan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat, spesimen ikan Raja Laut Pulau Siladen dalam penanganan di Laboratorium Terpadu Unsrat dan telah disimpan sesuai standar laboratorium untuk penelitian molekuler.
”Disimpan pada suhu minus (-) 80 derajat Celcius,” ujar Stenly kepada Darilaut.id, Rabu (1/7).




