Darilaut – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis dasarian atau jangka waktu yang lamanya sepuluh hari berturut-turut di wilayah Indonesia.
Khusus Provinsi Gorontalo, status siaga peringatan dini kekeringan meteorologis dasarian I Agustus 2026 mencakup enam wilayah di lima kabupaten dan satu kota.
Menurut BMKG, peringatan dini kekeringan meteorologis tersebut di Kabupaten Boalemo, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Pohuwato dan Kota Gorontalo.
Data sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Gorontalo hingga Senin (3/8) pukul 20.00 Wita, sebanyak 7.276 jiwa di tiga kabupaten terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.
Warga yang tersebar di 12 kecamatan di tiga kabupaten mengalami kesulitan air bersih.
Sebaran wilayah terdampak di Kabupaten Kabupaten Bone Bolango di Kecamatan Bone Pantai 315 KK (1.151jiwa), Kecamatan Suwawa Selatan 227 KK (908 jiwa), Kecamatan Kabila Bone (Desa Modelomo) 120 KK (219 jiwa), Kecamatan Bulango Timur 7 KK (19 jiwa), Kecamatan Tilongkabila 117 KK (424 jiwa), Kecamatan Suwawa Tengah 11 KK (44 jiwa).
Kabupaten Gorontalo di Kecamatan Boliyohuto 495 KK (1.624 jiwa), Kecamatan Tibawa 190 KK (570 jiwa), Kecamatan Pulubala 175 KK, Kecamatan Bongomeme 617 KK, Kecamatan Tabongo 70 KK.



