Darilaut – Siklon Tropis Bakung telah melemah menjadi kategori 1 serata badai tropis di Samudra Hindia, pada Selasa (16/12).
Pergerakan Bakung diperkirakan ke timur, selanjutnya ke timur laut dan utara.
Siklon Tropis Bakung terletak sekitar 460 km di barat laut Kepulauan Cocos (Keeling), kata Biro Meteorologi Australia (BOM) dalam bulletin informasi yang dikeluarkan Selasa pagi.
Bakung diperkirakan akan melemah di bawah kekuatan siklon tropis hari Selasa dan kemudian mulai bergerak ke utara, meninggalkan wilayah tanggung jawab Australia pada Rabu (17/12).
Menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) Bakung telah bergerak ke arah timur dengan kecepatan 9 km per jam (5 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,6 meter (15 kaki), kata JTWC.
Geser angin utara atau timur laut diperkirakan akan terus berlanjut, bersamaan dengan masuknya udara kering ke arah barat laut dan tenggara, yang secara bertahap melemahkan badai.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan siklon tropis Bakung dapat memberikan dampak tidak langsung pada Selasa terhadap perairan dan wilayah Indonesia.
Dampak tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Bengkulu dan Lampung.
Tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter (kategori sedang) di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, barat Lampung, dan Selat Sunda bagian selatan.




