Darilaut – Gempa susulan (aftershock) setelah gempa utama magnitudo (M) 7,7 di Laut Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu (15/8) pagi pekan lalu, telah mencapai 4.258 kejadian hingga Jumat (21/8) pukul 05.00 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa hasil relokasi menunjukkan bahwa gempa susulan tidak menyebar secara homogen, ”melainkan membentuk beberapa klaster tersendiri.”
Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di utara Nagekeo dan membentang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust, menurut BMKG.
Sementara itu, klaster susulan lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.
Data seismisitas harian memperlihatkan pergerakan fokus aktivitas yang terus dinamis dari waktu ke waktu.
Pada hari pertama hingga keempat pasca-gempa utama, gempa bumi menyebar merata di seluruh klaster dari timur ke barat.
Namun, pada hari kelima dan keenam, aktivitas seismik bergeser dan memusatkan kekuatannya di klaster bagian barat, sementara klaster bagian timur mulai menurunkan intensitas aktivitasnya secara bertahap.
BMKG mengatakan dari total 4.258 kejadian, sebanyak 118 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat, dengan 31 gempa memiliki magnitudo di atas M5,0.




